Habib Umar Muthohar: Jelang Wafatnya Rosulullah Saw, Fatimah Itu Ibarat Habis Sabtu kok Minggu

SEMARANG – nujateng.com – Ada kisah haru namun juga mengundang senyum yang disampaikan Habib Umar Muthohar saat mengisi kajian di Masjid Islamic Center Manyaran, Semarang, Jumat malam (10/10/2025) lalu.
Cerita tersebut tentang putri tercinta Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra, yang menangis dan kemudian tertawa menjelang wafatnya sang ayahanda.
“Fatimah ini aneh, ibarat bar Sabtu kok Minggu. Bar nangis kok ngguyu,” ujar Habib Umar dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, disambut tawa jamaah yang memadati masjid hingga ke serambi.
Habib Umar kemudian menjelaskan bahwa kisah tersebut terjadi ketika Rasulullah SAW memanggil Fatimah mendekat di hari-hari terakhir beliau. Rasulullah SAW membisikkan sesuatu yang membuat Fatimah menangis, namun tak lama kemudian beliau kembali berbisik dan Fatimah pun tersenyum bahagia.
“Bisikan pertama adalah kabar bahwa sebentar lagi Rasulullah akan wafat. Itulah yang membuat Fatimah menangis. Namun bisikan kedua adalah kabar gembira bahwa di antara umatnya, Fatimah-lah yang pertama kali akan menyusul beliau. Maka Fatimah tertawa, karena akan segera bertemu kembali dengan ayah tercinta di surga,” terang Habib Umar dengan nada lembut.
Kisah itu, lanjut Habib Umar, menjadi pelajaran mendalam tentang cinta sejati antara seorang ayah dan anak, serta tentang keyakinan dan kerinduan akan pertemuan abadi di sisi Allah.
“Fatimah nggak nangis karena takut kehilangan, tapi karena cinta yang begitu dalam. Dan dia bisa tertawa karena tahu, perpisahan itu hanya sementara,” kata Habib Umar disambut anggukan haru jamaah.
Kajian malam itu berlangsung hangat dan penuh hikmah. Diselingi canda khas Habib Umar Mutohar, suasana menjadi hidup dan akrab. Jamaah merasa tersentuh sekaligus terhibur, terlebih di akhir sesi kajian saat hujan turun lembut dan suasana semakin syahdu.
Tanpa terasa, waktu beranjak larut malam. Kajian ditutup dengan doa bersama dan makan malam sederhana yang dinikmati bersama jamaah. Banyak yang menyebut malam itu sebagai salah satu kajian paling berkesan di Islamic Center Manyaran. (Saifudin)***
