By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Syukur atas Kemerdekaan Hakiki dalam Islam
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Syukur atas Kemerdekaan Hakiki dalam Islam
Uncategorized

Syukur atas Kemerdekaan Hakiki dalam Islam

Saifudin
Last updated: August 14, 2026 11:45 pm
Saifudin
Published: August 14, 2026
Share
SHARE

Masjid Islamic Centre Jawa Tengah kembali menggelar kajian pagi yang diawali dengan istighosah, kemudian dilanjutkan dengan kajian yang disampaikan oleh Dr. KH. Multazam Ahmad, MA. Kajian kali ini mengangkat tema “Syukur atas Kemerdekaan Hakiki dalam Islam.”
Dalam kajiannya, Dr. KH. Multazam Ahmad menjelaskan bahwa makna kemerdekaan yang hakiki dalam perspektif Islam bukan sekadar terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi merdekanya jiwa dari penghambaan kepada selain Allah SWT. Manusia yang benar-benar merdeka adalah mereka yang hanya tunduk dan menyembah kepada Allah serta tidak menjadikan selain-Nya sebagai sesembahan atau tujuan pengabdian.
Beliau mengingatkan tentang bahaya thaghut, yaitu segala sesuatu yang disembah, ditaati, atau diikuti dalam kemaksiatan dan bertentangan dengan ketentuan Allah. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 36:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُوْلًا أَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۗ فَسِيْرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
Artinya:
“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.’ Kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”
Bersyukur atas Nikmat Pemimpin
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak jamaah untuk bersyukur atas hadirnya Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat manusia. Rasulullah merupakan teladan kepemimpinan yang profetik, dengan karakter siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Di tengah kondisi dunia saat ini, menurut beliau, tidak mudah menemukan sosok pemimpin yang benar-benar memiliki sifat siddiq dan amanah. Dalam konteks Indonesia, berbagai kekurangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentu masih ada. Karena itu, masyarakat perlu terus melakukan perbaikan dan mendorong lahirnya kepemimpinan yang lebih amanah dan berpihak kepada kemaslahatan.
Beliau menggambarkan bahwa tantangan kepemimpinan saat ini masih besar karena dalam praktiknya terkadang kehidupan bernegara lebih terasa seperti hubungan orang berdagang, yang mempertimbangkan untung dan rugi, sementara nilai amanah dan pengabdian harus terus diperkuat.
Nikmat Bernapas yang Sering Dilupakan
Lebih jauh, Dr. KH. Multazam Ahmad mengingatkan bahwa syukur yang paling utama dimulai dari nikmat yang paling sederhana, yakni keluar dan masuknya napas.
Beliau menceritakan sebuah ungkapan tentang seseorang yang sedang sakit dan dijenguk oleh Gus Mus. Orang tersebut menggambarkan betapa sulitnya bernapas ketika sedang sakit hingga harus menggunakan berbagai alat bantu pernapasan. Ketika kondisinya mulai membaik dan satu per satu alat tersebut dapat dilepas, yang dirasakan bukan sekadar kesembuhan, tetapi rasa syukur yang luar biasa.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa manusia sering kali baru menyadari mahalnya sebuah nikmat ketika nikmat itu terganggu. Napas yang keluar dan masuk tanpa kita pikirkan adalah karunia Allah yang sangat besar. Karena itu, setiap detik kehidupan semestinya menjadi alasan untuk mengucapkan Alhamdulillah dan memperbanyak syukur kepada Allah SWT.
Kajian pagi tersebut berlangsung dengan suasana penuh kekhidmatan. Setelah penyampaian materi, kegiatan ditutup dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah jamaah.
Melalui kajian ini, jamaah diajak memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam: kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga membebaskan hati dan jiwa dari penghambaan kepada selain Allah, serta mengisi kemerdekaan dengan syukur, amanah, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

You Might Also Like

Rayakan Idul Adha, Pondok Pesantren Al Fattah Tegalgandu Selenggarakan Lomba Takbiran
Rapimnas DPP FKDT, Ketua Umum Tekankan Pendataan Guru MDT
Cara Melancarkan Rezeki Menurut Gus Baha: Baca Doa Ini Setiap Hari, InsyaAllah Hidup Penuh Keberkahan
Peran Pemuda Islam dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025, Menyalakan Semangat Persatuan di Era Digital
Kajian Ramadan Bakda Subuh Islamic Centre tema Hadis “صُوْمُوْا تَصِحُّوْا” oleh Ketua Takmirnya
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?