
Semarang – nujateng.com – Suasana Masjid Islamic Centre Jawa Tengah setiap hari selalu dipenuhi oleh para siswa dari SD Hj. Isriati 2, SMP Hj. Isriati, dan SMK Islamic Centre Semarang. Secara bergantian, mereka melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembiasaan karakter Islami di lingkungan sekolah.
Sejak pagi hingga sore, masjid menjadi pusat aktivitas ibadah para siswa. Kegiatan diawali dengan Shalat Dhuha, dilanjutkan Shalat Dzuhur berjamaah, serta Shalat Ashar sesuai jadwal masing-masing. Selain melaksanakan shalat berjamaah, para siswa juga rutin membaca Surah Yasin, melantunkan Asmaul Husna, dan mengikuti berbagai pembinaan keagamaan.
Pemandangan yang menarik terlihat setiap selesai Shalat Dzuhur. Siswa SD yang masih dalam tahap belajar membaca Al-Qur’an tampak antusias mengikuti program penuntasan jilid. Mereka didampingi oleh guru-guru Al-Qur’an serta siswa pendamping yang telah dijadwalkan oleh Koordinator BTQ. Semangat para guru dalam membimbing peserta didik terus dipupuk agar setiap anak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Tidak hanya di sekolah, pembiasaan membaca Al-Qur’an juga dilanjutkan di rumah melalui program Tarbiyah Al-Qur’an, yaitu membaca minimal satu halaman setiap hari. Program ini didukung dengan Al-Qur’an khusus yang diterbitkan sekolah. Keunikan mushaf tersebut adalah adanya kolom penghubung antara guru dan wali murid, sehingga orang tua dapat mendampingi sekaligus memberikan paraf sebagai bukti bahwa anak telah menyelesaikan bacaan pada halaman tertentu.
Kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua menjadikan pembiasaan membaca Al-Qur’an berjalan lebih efektif. Para siswa pun merasa bangga ketika memperoleh paraf dari guru maupun wali sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan mereka dalam membaca Al-Qur’an.
Melalui program yang berkesinambungan ini, seluruh siswa kelas IV, V, dan VI SD Hj. Isriati 2 diwajibkan mampu khatam Al-Qur’an bin nadzar sebelum lulus. Sebagai bentuk syukur, setiap tahun seluruh siswa yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an mengikuti prosesi khataman bersama pada acara perpisahan sekolah.
Program pembiasaan ibadah dan literasi Al-Qur’an yang diterapkan di lingkungan Sekolah Isriati Baiturrahman 2 Semarang ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun generasi yang berakhlak mulia, mencintai masjid, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sejak usia dini.
