
Semarang, 15 Juli 2026 — Kabar duka menyelimuti keluarga besar umat Islam, insan pers, dan masyarakat Jawa Tengah. Bapak Ali Arifin, yang dikenal sebagai pengurus MUI Jawa Tengah, pengurus DMI Jawa Tengah, pengurus PWI Jawa Tengah, serta Pemimpin Redaksi sejumlah portal berita di Pekalongan, Banjarnegara, dan NU Jawa Tengah, telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini.
Kepergian beliau begitu mendadak dan menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan seperjuangan. Tiada yang menyangka beliau begitu cepat dipanggil menghadap Allah SWT. Beliau wafat tanpa ingin merepotkan siapa pun. Biasanya, jika mengalami sesuatu, beliau selalu mengabari keluarga maupun sahabat terdekat. Namun kali ini, beliau memilih kembali kepada Sang Khalik dengan tenang.
Di penghujung usianya, almarhum dikenal semakin istiqamah memakmurkan masjid, mempererat silaturahmi, serta senantiasa santun kepada siapa pun. Kepada keluarga, beliau bahkan pernah berpesan bahwa apabila suatu saat Allah memanggilnya, beliau berharap dimakamkan di TPU Raudhatul Jannah, Gunungpati, Kota Semarang.
Rumah duka di Jl. Mendut IX No. 4, Kalipancur, Kota Semarang dipenuhi pelayat dari berbagai kalangan. Tokoh agama, akademisi, insan pers, serta masyarakat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Di antara para pelayat yang hadir tampak Dr. H. Multazam Ahmad, Dr. KH. Fadolan, Rektor UIN Walisongo Semarang, para tokoh MUI, tokoh masyarakat, rekan-rekan wartawan, serta masyarakat sekitar yang turut mengiringi doa bagi almarhum.
Sebelum dibawa ke rumah duka, almarhum sempat mendapatkan penanganan di RS Columbia Asia Semarang. Namun Allah SWT berkehendak lain, sehingga beliau dipanggil kembali ke hadirat-Nya.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta menggolongkannya sebagai hamba yang dicintai Allah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
Selamat jalan, Bapak Ali Arifin. Jasa, pengabdian, dan keteladananmu akan senantiasa dikenang. Al-Fatihah.
