
Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( DPW FKDT) Jawa Tengah yang diwakili oleh Wakil Ketua Akhmad Sururi menyampaikan aspirasi Guru MDT ( Madrasah Diniyah Takmiliyah) se Jawa Tengah. Di hadapan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Abdul Wahid, Sururi memohon agar rencana pemerintah untuk menberikan insentif kepada tenaga pendidik di lingkungan Kemenag juga mengikutsertakan Guru MDT. Mereka juga memiliki jasa yang besar kepada bangsa dengan mewujudkan generasi yang berakhlak. Banyak Guru MDT yang pagi bertani, berdagang dan lainnya kemudian sorenya mengahar di MDT.
Sururi memohon agar tambahan untuk anggaran Kemenag yang diperuntukkan Guru Madrasah sebesar satu juta rupiah juga termasuk Guru MDT. Meskipun ada Guru MDT yang merangkap sebagai guru pada lembaga pendidikan formal, akan telah banyak guru MDT yang paginya di sawah sorenya ngajar di MDT. Ada juga yang berprofesi sebagai pedagang di pagi hari, kemudian sore berkhidmat untuk Madrasah Diniyah.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi VIII sekaligus selaku Ketua Kunjungan Kerja, H Abdul Wachid menegaskan bahwa anggaran 1 juta tiap bulan untuk Guru Madrasah juga di dalamnya termasuk Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah. ” Saya juga dulu di Madrasah Diniyah, mulai Awaliyah, Wustho dan Ulya. Pagi sekolah di formal sore belajar di Madrasah Diniyah. Kita menyadari bahwa untuk meningkatkan profesionalisme dibutuhkan kesejahteraan yang cukup,. termasuk guru MDT, “kata H Abdul Wachid.
Di hadapan seluruh peserta undangan Kunker, H Abdul Wachid mengungkapkan bahwa anggaran 1 juta per bulan untuk tenaga pendidik termasuk Guru MDT akan direalisasikan pada tahun 2027. Dirinya sangat mengapresiasi para tenaga pendidik di lingkungan pendidikan Islam. Oleh karena itu selaku legislator dari Dapil 2 Jateng akan menganggarkan untuk pendidik pada lembaga pendidikan formal dan non formal dibawah Kementerian Agama senilai satu juta per guru setiap bulan.
Kunjungan kerja spesifik komisi VIII yang berlangsung pada hari Rabu, 24 Juni 2026 dihadiri oleh Wagub Jateng Taj Yasin Maemun. Dalam kesempatan tersebut Beliau memberikan sambutan mewakili Gubenur Jateng. Gus Yasin panggilan akrab Wagub Jateng mengapresiasi kunjungan komisi VIII di Jateng. Dirinya juga sengaja mendampingi karena acara kunker ini sangat penting. Gus Yasin juga menegaskan bahwa anggaran untuk pegiat keagamaan di Jateng masih tetap dengan jumlah kuota yang sama. Adapun untuk pencairan masih menunggu proses karena ada efesiensi anggaran.
Sebelumnya Kepala Kanwil Jateng, H Dr Saeful Mujab menyampaikan Sambutan Selamat Datang sekaligus memaparkan data lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Data kelembagaan yang meliputi, MI, MTs, MA, MDT dan Pondok Pesantren beserta pendidik atau guru yang mengajar di lembaga pendidikan tersebut.
