
SEMARANG – nujateng.com – Kajian Tafsir Al-Qur’an Tematik rutin Sabtu pagi kembali digelar di Masjid Islamic Centre Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan jamaah tersebut diawali dengan istighasah bersama yang dipimpin oleh Dr. KH. Multazam Ahmad, M.A.
Dalam muqadimah kajiannya, KH. Multazam Ahmad mengajak jamaah untuk memperkuat ibadah, memperbanyak i’tikaf, serta menjaga istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT. Menurut beliau, istiqamah merupakan amalan yang tidak mudah dilakukan, namun harus terus diupayakan oleh setiap muslim.
“Walaupun berat, istiqamah harus tetap diusahakan. Yang paling ringan itu istiqamah makan,” ujar beliau yang disambut senyum dan tawa jamaah.
Pada kesempatan tersebut, beliau menjelaskan hikmah adanya perkara yang dihalalkan dan diharamkan oleh Allah SWT. Menurutnya, seluruh ketentuan syariat merupakan bentuk ujian bagi manusia untuk mengukur tingkat ketaatan seorang hamba kepada Rabb-nya.
“Mengapa Allah menciptakan sesuatu tetapi ada yang diharamkan? Tidak lain sebagai ujian bagi hamba-Nya, sejauh mana seseorang taat kepada Allah SWT,” jelasnya.
Dalam pembahasan tafsir dan bahasa Arab, KH. Multazam juga menerangkan ragam bentuk bacaan “amin” yang dikenal dalam literatur bahasa Arab, yaitu:
Alif dan mim sama-sama dipanjangkan (آمين).
Alif pendek dan mim dipanjangkan.
Alif dan mim sama-sama pendek dengan mim bertasydid.
Alif dipanjangkan dan mim bertasydid (آمِّين).
Beliau menjelaskan bahwa tiga bentuk pertama digunakan dengan makna doa, yakni “Allahumma istajib lana” atau “Ya Allah, kabulkanlah doa kami”. Adapun bentuk keempat (آمِّين) merupakan isim fa’il yang bermakna “orang yang menuju” atau “yang bermaksud menuju”, sebagaimana penggunaan kata tersebut dalam bahasa Arab dan sebagian penafsiran ayat Al-Qur’an. Oleh karena itu, bentuk keempat tidak digunakan sebagai bacaan “amin” oleh jamaah dalam shalat.
Kajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Melalui penyampaian yang komunikatif, diselingi humor dan penjelasan ilmiah, KH. Multazam Ahmad mengajak jamaah untuk semakin memahami kandungan Al-Qur’an serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian Tafsir Al-Qur’an Tematik Sabtu pagi merupakan salah satu program rutin Masjid Islamic Centre Jawa Tengah yang bertujuan memperdalam pemahaman keislaman masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
Catatan ilmiah: mayoritas ulama bahasa menyebut bentuk yang lazim dibaca dalam shalat adalah آمين (tanpa tasydid pada mim) dengan makna “Allahumma istajib” (Ya Allah, kabulkanlah). Sedangkan آمِّين (mim bertasydid) bermakna qāṣidīn atau mutawajjihīn (orang-orang yang menuju/menghadap), sehingga tidak dibaca sebagai “amin” setelah Al-Fatihah.
