By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Publikasi Sebagai Syiar Islam Wajib Membangun Networking, Pesan Kyai Fadlolan untuk Media Pesantren Jateng
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Publikasi Sebagai Syiar Islam Wajib Membangun Networking, Pesan Kyai Fadlolan untuk Media Pesantren Jateng
Uncategorized

Publikasi Sebagai Syiar Islam Wajib Membangun Networking, Pesan Kyai Fadlolan untuk Media Pesantren Jateng

Dwi Widiyastuti
Last updated: May 17, 2026 5:46 pm
Dwi Widiyastuti
Published: May 17, 2026
Share
SHARE
Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., menegaskan pentingnya penguatan publikasi dan networking media pesantren sebagai sarana syiar Islam

 

Semarang — Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Katakter Salaf Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., menegaskan pentingnya penguatan media pesantren sebagai sarana syiar Islam di tengah derasnya arus konten negatif di media sosial, serta membangun networking antar media pesantren. Hal itu disampaikan dalam forum “Temu Media Pondok Pesantren se-Jawa Tengah” di PPFF, Sabtu (16/05/2026).

 

Dihadapan 275 delegasi dari 100 media pesantren, Kyai Fadlolan menyoroti maraknya publikasi konten negatif di ruang digital. Menurut beliau, berbagai hal buruk dengan bangganya dipamerkan dan disebarluaskan, sementara santri yang memiliki akhlak adab dan kapasitas ilmu yang mumpuni justru jarang dipublikasikan.

 

Ratusan Delegasi Pesantren se-Jateng Hadiri Temu Media Pondok di PPFF Semarang (16/05/25)

 

“Hal yang buruk saja dengan bangganya dipamerkan dan dipublikasikan. Lalu kenapa santri yang punya ilmu, adab, dan akhlak yang baik tetapi jarang ditampilkan? Padahal Islam punya syiar, syiar itu bagian dari ibadah, dan ibadah harus disyiarkan,” dawuh Kyai Fadlolan.

 

Kyai Fadlolan menjelaskan, dalam hal publikasi, niat juga memiliki peran penting, karena perbedaan antara syiar dan ria terletak pada niat.
“Kalau niatnya untuk pamer maka menjadi ria dan hukumnya haram. Tetapi kalau niatnya agar agama Islam ini dikenal, dipahami, dan menjadi edukasi bagi umat, maka itu menjadi syiar, dan hukumnya sunah bahkan bisa menjadi wajib”, tegasnya.

 

Pesantren perlu membangun media publikasi yang kuat agar nilai-nilai pendidikan Islam, karakter santri, dan budaya pesantren yang baik dapat dikenal luas oleh masyarakat. Inilah posisi vital media pesantren untuk mengimbangi dominasi konten negatif di era digital.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kyai Fadlolan juga menyebut ada dua hal penting yang menentukan citra sebuah institusi di mata masyarakat, yakni manajemen yang baik dan media publikasi yang kuat. Menurut beliau, sistem pendidikan yang baik tidak akan dikenal masyarakat tanpa adanya publikasi yang maksimal.

 

Selain publikasi, Kyai Fadlolan turut menekankan pentingnya membangun networking atau jejaring antar media pesantren. Menurut beliau, kekuatan di era saat ini tidak hanya ditentukan oleh modal dan alat, tetapi juga koneksi dan kolaborasi.

 

”Orang sukses pasti dia yang bisa memanfaatkan networking. Hari ini kekuatan bukan hanya soal modal besar, tetapi siapa yang memiliki jaringan kuat,” jelasnya.

 

Karena itu, forum Temu Media Pondok Pesantren se-Jawa Tengah dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat koneksi dan kerja sama antar media pesantren di berbagai daerah serta menjadi wadah saling menguatkan dalam perjuangan dakwah Islam di era digital.

 

(Rihanah-santri PPFF***)

You Might Also Like

Pemuda Bergerak, Indonesia Bersatu! SMAN 1 Purwareja Klampok Gelar Upacara Sumpah Pemuda
Makna Rizki Halalan Tayyiban Habib Umar di Islamic Centre Manyaran Jateng
Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Semarang Siap Menangkan FORDA JATENG 2025 di Surakarta
Mercusuar Willem’s Toren III: Jejak Cahaya Sejarah di Ujung Indonesia
Ketua JKSN Jateng Kritik Tayangan Trans7 “Xpose Uncensored”, Dinilai Lecehkan Kiai dan Santri
TAGGED:Fadlolan Musyaffa'Kopdar Media Jatengmedia pondok jatengmedia ppffppff semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?