3 mins read

Potret Hangat Reuni Alumni Angkatan 1992 MA Manbaul Ulum Ponpes Al Ma’ruf Bandungsari di Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang

Alumni Angkatan 1992 MA Manbaul Ulum Ponpes Al Ma’ruf Bandungsari mengadakan reuni di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang.

 

SEMARANG — Sejumlah Alumni Angkatan 1992 MA Manbaul Ulum Ponpes Al Ma’ruf Bandungsari mengadakan reuni di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang. Pertemuan penuh kehangatan ini hadir puluhan rekan-rekan seangkatan DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA.

 

Menggunakan armada bus, Elf, dan mobil pribadi rombongan alumni angkatan 1992 beserta keluarga yang datang dari Blora, Grobogan, Pati, Kudus Demak tiba sekitar pukul 10.00 WIB untuk melepas rindu yang telah terpendam selama kurang lebih 34 tahun. Pertemuan ini bukan sekadar reuni biasa, melainkan momen untuk kembali merekatkan tali silaturahim yang sempat terjarak oleh waktu dan kesibukan masing-masing yang mayoritas mereka telah menjadi kyai dan pemuka agama di desa masing-masing.

 

Acara dibuka dengan penuh khidmat di Aula Ma’had Aly Fadhlul Fadhlan Semarang, tempat di mana para kyai pertama kali transit dan saling bertukar cerita masa lalu. Gelak tawa pecah saat wajah-wajah yang dulu bersama-sama menimba ilmu di Ponpes Al Ma’ruf Bandungsari kini kembali bertatap muka. 29/3/2026.

 

Dalam sambutannya selaku perwakilan para alumni, KH. Sofiyullah Mukhlas, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya momen langka ini.
“Pertemuan ini adalah perekat, meski waktu sudah terlampau jauh terpisah. Esensi sebagai seorang santri tidak akan pernah luntur sekalipun berdua dengan Kyai Fadlolan telah melanjutkan kuliah ke Al-Azhar Mesir, namun tetap melekat predekat santri.” ujar Kyai Shofi.

 

Beliau juga menegaskan bahwa amaliyyah santri tidak boleh lekang oleh zaman. Salah satu buktinya nyata adalah kiprah teman seangkatan mereka, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., yang kini berhasil mendirikan dan mengasuh PPFF Semarang. Kyai Sofi memuji bagaimana PPFF berhasil memadukan program tahfidz, bilingual, dan basis salaf tanpa meninggalkan kajian kitab turots. “Ini semua salah satunya adalah berkah dari para masyayikh,” tambahnya.

 

“Saya teramat senang dapat bertemu dengan teman-teman lama saya untuk bertukar kabar dan bernostalgia. Semoga agenda ini dapat terus terjaga dan menjadi acara tahunan,” tutur Kyai Fadlolan.

 

Sebagai shohibul bait, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan bangganya bisa mempertemukan puluhan sahabat lamanya. Beliau menyambut para sahabat lamanya dengan tangan terbuka dan jamuan istimewa yang lengkap demi kenyamanan. “Saya teramat senang dapat bertemu dengan teman-teman lama saya untuk bertukar kabar dan bernostalgia. Semoga agenda ini dapat terus terjaga dan menjadi acara tahunan,” tutur Kyai Fadlolan.

 

Setelah sesi pembukaan dan sambutan-sambutan, rangkaian acara berlanjut jamaah Dhuhur, disambung pembacaan tahlil dan doa bersama untuk masyayikh. Setibanya waktu dhuhur, rombongan melaksanakan salat di Masjid Raudlatul Jannah dan berziarah ke makam Asy Syahidah Almarhumah Ning Hj. Arina Sabiela Fadlolan, serta tak luput mengabadikan momen dengan sesi foto bersama di depan asrama putra dengan latar belakang bangunan ikonik Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan.

 

Ramah tamah dan makan siang bersama di Ndalem Pengasuh yang kental dengan suasana kekeluargaan.

​Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama di Ndalem Pengasuh yang kental dengan suasana kekeluargaan, dilanjutkan dengan bincang santai sebelum rombongan berpamitan.

Melalui pertemuan ini, para alumni kembali diingatkan untuk terus memegang teguh nilai-nilai kesantrian dan terus menebar manfaat di tengah masyarakat, di mana pun berada saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *