2 mins read

Penelitian Ekoteologi BDK Kemenag RI, Jadikan PPFF Semarang Lokasi Studi Praktik Terbaik

Dipandu narasumber Miss Ainis Mufarriha, tim BDK mengitari ekosistem hijau PPFF yang mencakup greenhouse, minizoo, sistem sanitasi terpadu, manajemen sampah organik-anorganik.

 

Semarang — Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, menjadi destinasi studi praktik baik tim Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekoteologi Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang Kementrian Agama RI, Rabu (15/4). Kunjungan ini bertujuan untuk studi secara langsung implementasi nilai-nilai Islam dalam pelestarian lingkungan (hifzul bi’ah) yang telah diterapkan di PPFF Semarang.

 

Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc. MA. menegaskan komitmen PPFF untuk mandiri pangan, energi, dan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). “Kami membuktikan bahwa pesantren bisa menjadi motor ekonomi yang kuat dari hasil bumi sendiri” ujarnya.

 

Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc. MA. menegaskan komitmen PPFF untuk mandiri pangan, energi, dan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP).

 

Ekosistem ekonomi di PPFF dikelola secara terintegrasi menghubungkan produksi pangan, pengolahan hasil bumi, manajemen limbah, hingga distribusi, semua dikelola secara mandiri oleh santri dan pengelola pesantren. Dipandu narasumber Miss Ainis Mufarriha, tim BDK mengitari ekosistem hijau PPFF yang mencakup greenhouse, minizoo, sistem sanitasi terpadu, manajemen sampah organik-anorganik. Yang organik menjadi pakan ternak unggas dan anorganik dijual rapel yang hsilnya untuk membayar listrik.

 

Kehadiran BDK Semarang ke PPFF sebab keberhasilan PPFF dalam mengintegrasikan nilai ekoteologi ke dalam seluruh sendi kehidupan pesantren, menjadikannya layak disebut sebagai rujukan strategis bagi pengembangan pesantren berbasis ekologi dan pelestarian lingkungan. Kyai Fadlolan, selalu melatih mencontohkan pola hidup bersih, rapi, indah, nyaman yang menyatu dengan lingkungan yang hijau. Maka merubah semua tanaman yang berada di area pesantren dengan tanaman buah, disamping indah, mencegah polusi juga sebagai produksi vitamin santri.

Sementara pertanian dan perkebunan PPFF sudah ditunjuk oleh Bank Indonesia Sentral (BI) sebagai pilot projek menahan inflasi Jawa Tengah dengan menanam cabai, bawang merah dan sayur mayur dalam dua hektar tanah, serta dibantu pembuatan tanaman didalam greenhouse.
Moga berkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *