Refleksi Perjuangan Masa Depan PPP, KH Muhammad Idror Maimun: Kita Punya Kekuatan Jaringan
3 mins read

Refleksi Perjuangan Masa Depan PPP, KH Muhammad Idror Maimun: Kita Punya Kekuatan Jaringan

Kekuatan PPP adalah Jaringan Alumni Al-Azhar Mesir, Yaman, Arab Saudi, dan Pusat-Pusat Keilmuan Islam.

NUJATENG.COM – SEMARANG – Majelis Taman Surga Persatuan Pembangunan (TSPP) gelar mujahadah di Ponpes Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, Senin (19/1/). Acara yang berlangsung menghadirkan jajaran elite partai, ulama, dan pejabat sebagai momentum konsolidasi PPP di awal tahun.

Acara yang berlangsung menghadirkan jajaran elite partai, ulama, dan pejabat sebagai momentum konsolidasi PPP di awal tahun.

Hadir dalam acara tersebut KH. Muhammad Idror Maimun, DR. KH. Fadholan Musyaffa’, Lc. MA (Sekretaris Majelis Syariah DPP PPP), KH. Abdul Hafidz (Bupati Rembang periode kedua), H. Masruhan Syamsuri (Ketua DPW PPP Jateng), Suyono M.Si (Sekjen DPW PPP Jateng), Gus Abdul Aziz (DPRD Provinsi 2009-2024), dan H. Nurul Furqon (DPRD Provinsi 2024-2029).

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPP.

Suasana semakin khusyuk dengan pembacaan Ratibul Haddad dan Qosidah Muhammadiyyah wa Mudhoriyyah.

Kemudian memasuki agenda inti seminar refleksi perjuangan dan pergerakan dipandu oleh Bapak Mujib M.Si sebagai moderator, membahas arah strategis PPP menghadapi dinamika politik nasional dan regional.

Pendiri sekaligus Ketua Umum Majlis Taman Surga, KH. Muhammad Idror Maimun, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan salam penghormatan kepada segenap Habaib, Kyai, pejabat, serta struktural pengurus dan fraksi PPP dari tingkat provinsi hingga kabupaten.

“Saatnya PPP kembali kepada fitrahnya dalam perjuangan dan masa kejayaan. Kita memiliki kekuatan pada jaringan dari alumni universitas ternama seperti: Al-Azhar Mesir, Yaman, Arab Saudi, dan pusat-pusat keilmuan Islam lainnya,” ujar Gus Idror, menegaskan basis intelektual dan spiritual partai.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, H. Masruhan Syamsuri, menyampaikan pesan penting menekankan bahwa soliditas internal menjadi kunci utama.

“Jagalah kebersamaan dan tingkatkan semangat mengabdi pada PPP. Kondusivitas menjaga kebersamaan adalah wajib hukumnya agar PPP di Jawa Tengah lolos dan menjadi penopang dan pelopor penyelamat PPP di Pemilu mendatang,” tegasnya.

Sekretaris Majelis Syariah DPP-PPP, KH. Fadholan Musyaffa’, menyampaikan dawuh yang menjadi refleksi mendalam.

Kyai Fadholan mengingatkan kembali peran sentral, KH. Maimun Zubair dalam sejarah PPP.

“Di saat PPP berada di ambang kehancuran pada kondisi politik tahun 2014 tapi terselamatkan karena sosok figur Mbah Maimun Zubair, sebagai figur sentral yang diyakini mayoritas muslim Indonesia dan magnitnya mampu menghidupkan partai PPP,” kenangnya dengan penuh penghormatan.

“Setelah wafatnya Syaikhona Almaghgurlah KH. Maimun Zubair, diharapkan Gus Idror dapat mengembalikan file yang telah hilang dan meng-reinstall jati diri PPP satu-satunya partai Islam, yang mayoritas basis konstituennya dari santri, oleh santri, dan untuk santri. Inilah warisan perjuangan yang harus kita jaga dan lanjutkan. Perjuangan kita hari ini berangkat dari TSPP kemudian me-restart kembali bahwa partai Islam itu brandingnya ya Islam kembali pada Quran dan Hadis, kemudian jati diri kita itu amar makruf nahi munkar,” lanjut Kyai Fadholan dengan suara yang menggetarkan hati hadirin.

Kyai Fadholan juga menyinggung dilema strategis yang akan dihadapi PPP menjelang 2029.

“Jelas nanti di tahun 2029 itu kita akan ada pekerjaan yang amat berat. Di antaranya: satu, ikut pemerintah supaya selamat, atau sekaligus branding untuk beda dan kemudian menjadi partai yang dipertimbangkan, akhirnya kuat,” jelasnya.

Pernyataan Beliau menggarisbawahi pentingnya positioning politik PPP antara menjadi bagian koalisi pemerintah atau membangun identitas oposisi konstruktif yang kuat.

Kehadiran para tokoh PPP dari berbagai daerah menunjukkan komitmen partai dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus menjalin silaturahmi.

Acara berlangsung khidmat dengan semangat kembali ke jati diri Islam sebagai fondasi perjuangan politik.

Para peserta sepakat bahwa pertemuan rutin seperti ini harus terus dilakukan untuk menjaga soliditas dan memperkuat identitas PPP sebagai partai yang berakar pada nilai-nilai Islam wasatiyah dan dunia pesantren.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *