Ini Alasan Mengapa Baiat Thareqoh dan Bertasawuf Syarat Mutlak Asatidz-Asatidzah dan Pengurus PPFF Semarang
Syekh Dr Ammar Azmy: Ilmu dan Adab Bagaikan Dua Sayap Burung yang Harus Dimiliki agar Dapat Terbang Tinggi
NUJATENG.COM – SEMARANG – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang menghadirkan Syekh Dr. Ammar Azmy Ar-Rafati Al-Jailany Al-Hasani, yang telah menjadi bagian dari keluarga besar pesantren, sahabat karib Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA Pendiri dan Pengasuh PPFF. Selama tiga hari tiga malam ini beliau menyampaikan empat agenda penting yang penuh berkah.
Baiat Thareqoh dan bertasawuf menjadi syarat mutlak bagi semua asatidz-asatidzah dan pengurus Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) suatu upaya agar santri murid-murid bisa meniru dan terinspirasi menjadi orang-orang yang berkarakter Islam militan, mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat.
Pada Senin (22/12), mulai ba’da Subuh hingga seharian penuh, Syekh Ammar melaksanakan ujian (ikhtibār) hafalan Al-Quran kepada santri program tahfidh 30 juz dalam 6 bulan.
Malam harinya ba’da Isya, beliau menjadi dosen tamu menyampaikan kuliah exclusive kepada mahasantri Ma’had Aly Fadhlul Fadhlan Semarang.
Pada pagi berikutnya Beliau memberikan muhadlarah eksklusif kepada santri program tentang metode dan teknik muraja’ah agar hafalan tetap terjaga pasca menyelesaikan program tahfidh.
Semarang, puncak acara berlangsung malam ini dengan muhadlarah ‘ammah membahas pentingnya thariqah dan tasawuf bagi penuntut ilmu.
Syekh Ammar mengibaratkan ilmu dan adab bagaikan dua sayap burung yang harus dimiliki agar dapat terbang tinggi.
Beliau menjelaskan bahwa kata “sufi” berakar dari kata صفة (shifah/sifat), yakni sifat beradab yang harus melekat pada diri santri.
Perbedaan antara Nabi Adam yang dimuliakan dan Iblis yang dilaknat terletak pada adab dan akhlak, meski keduanya sama-sama berilmu.
“Ilmu tanpa amal ibarat jasad tanpa ruh, sementara ilmu tanpa adab ibarat ruh tanpa cahaya,” Beliau menekankan pentingnya keselarasan antara ilmu, amal, dan adab melalui tazkiyatun nafs agar Allah melimpahkan rahmat dan nur ilmu yang bermanfaat serta penuh berkah.
Syekh Ammar juga memberikan apresiasi tinggi kepada PPFF yang konsisten menjalankan amaliyah dzikir, wirid rutin, menekankan ta’addub bit-ta’allum (beradab dalam belajar), menghormati ilmu dan ahli ilmu dengan sam’an wa tha’atan terhadap dawuh kyai dan guru, serta tekad kuat dalam menghambakan diri kepada ilmu disertai kesabaran.
Hal ini selaras dengan dawuh Yai Fadlolan Musyaffa’ yang senantiasa menegaskan prinsip al-adab qobla al-‘ilm (adab sebelum ilmu).
Beliau mengajarkan agar santri berakhlak mulia terlebih dahulu, kemudian belajar sungguh-sungguh dengan menerapkan tiga manajemen: manajemen waktu, manajemen prioritas, dan taqarrub ilallah sebagai kunci kesuksesan.
Alhamdulillah, semoga keberkahan kunjungan Syekh Ammar semakin menguatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu yang manfaat dan penuh barakah. Allahumma Amiin.***
