Transformasi Kepemimpinan dan Komunikasi: Strategi KKRA Ungaran Barat Majukan Kualitas RA
2 mins read

Transformasi Kepemimpinan dan Komunikasi: Strategi KKRA Ungaran Barat Majukan Kualitas RA

UNGARAN, NUJATENG.COM – Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Ungaran Barat mengambil langkah konkret dalam menjawab tantangan kompetensi dan manajerial SDM di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Melalui diskusi intensif bertajuk “Transformasi Kepemimpinan Berdaya dan Maju”, para kepala sekolah dibekali strategi baru untuk meningkatkan daya saing lembaga.

​Acara yang berlangsung di Hotel C3 Ungaran, Rabu (11/02/2026) ini menghadirkan pengawas RA Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang serta professional trainer untuk memberikan penyegaran visi bagi para pendidik.

Membangun Kolaborasi dan Manajerial yang Kuat

​Ketua KKRA Ungaran Barat, Dwi Ari Riyana, menjelaskan bahwa fokus utama diskusi ini adalah bagaimana seorang Kepala RA mampu mengelola tenaga pendidik yang kompeten melalui kolaborasi yang solid.

​”Peserta terdiri dari 15 Kepala RA di Ungaran Barat. Kami membawa misi yang sama, yakni memajukan sekolah dan menjadikan lembaga masing-masing sebagai yang terbaik di lingkungannya,” ujar Dwi Ari.

​”Pemilihan hotel sebagai lokasi diskusi pun bukan tanpa alasan. Menurutnya, suasana baru diperlukan untuk membangkitkan energi dan semangat yang lebih segar, namun tetap menyesuaikan anggaran yang ada.”katanya

Standarisasi Menuju Madrasah Mandiri

Dalam sesi materi, Samsul Huda, selaku Pengawas RA Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, menekankan pentingnya fungsi pengawasan yang komprehensif.

Ia memaparkan bahwa kemajuan sekolah harus berpijak pada 8 Standar Nasional Pendidikan.

“Fungsi pengawasan meliputi fisik, program, sistem, hingga kurikulum.”katanya

“Tujuannya jelas, menjadikan madrasah profesional dalam kepemimpinan hingga akhirnya mencapai kemandirian,” tegas Samsul.

Pentingnya Komunikasi, Prinsip “NOW” bagi Guru Modern

​Sesi kedua berlangsung meriah bersama professional trainer, Hafidz Usman Rifai.

“Ia menyoroti bahwa di era digital, guru dan kepala sekolah harus memiliki prinsip NOW (Never Ending Improvement, Open For feedback, Willing to commitment).”katanya

Hafidz menekankan bahwa 90% kegagalan dalam dunia kerja disebabkan oleh komunikasi yang buruk, bukan sekadar masalah skill.

​”Seorang kepala sekolah harus akurat dalam menyampaikan instruksi dan ide. Komunikasi yang buruk dampaknya fatal, kepercayaan diri menurun, relasi terhambat, bahkan karier bisa mandek,” jelasnya.

​”Ia juga mengajak para peserta untuk berani keluar dari zona nyaman. Dengan konsistensi melakukan perubahan selama 21 hari berturut-turut, diharapkan tercipta kebiasaan baru yang positif dalam memimpin lembaga pendidikan.”urainya

​Dwi Ari Riyana selain Ketua KKRA Ungaran Barat juga merupakan Kepala RA Ikhyaul Qulub sekaligus peraih gelar Kepala RA Berprestasi tingkat Kabupaten Semarang, membagikan kiat suksesnya.

Di bawah kepemimpinannya, RA Ikhyaul Qulub mengusung tagline Smart, Religius, dan Berkarakter.

“Salah satu kunci keberhasilannya adalah sinergi yang kuat dengan wali murid melalui pertemuan rutin dan kegiatan outbound guna menyelaraskan visi pendidikan anak di sekolah dan di rumah.”jelasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *