2 mins read

Gantikan Gus Yahya, Kiai Miftachul Akhyar Ketum PBNU

JAKARTA (nujateng.com) -Miftachul Akhyar atau Kiai Miftah, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi ditunjuk sebagai Ketua Umum PBNU menggantikan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Gus Yahya diberhentikan melalui Surat Edaran Nomor: 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 tentang tindak lanjut Keputusan Rapat Harian Syuriah PBNU.

Dalam surat tertanggal 25 November 2025 tersebut ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Katib Aam PBNU KH Ahmad Tajul Mafatikhir.

Dalam surat tersebut PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno untuk menentukan pimpinan dari PBNU.

“Untuk selanjutnya, selama kekosongan jabatan Ketua Umum PBNU sebagaimana dimaksud, maka kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepenuhnya berada di tangan Rais Aam selaku Pimpinan Tertinggi Nahdlatul Ulama,” tambah keterangan surat tersebut.

Baca Juga: Per 26 November 2025 Gus Yahya Tidak Lagi Ketum PBNU

A’wan PBNU KH Abdul Muhaimin membenarkan surat tersebut beredar di kalangan pengurus PBNU.

“Valid. Sudah beredar luas di WAG jaringan Nahdliyin,” katanya kepada wartawan, Rabu (26/11/2025).

Dari situs NU Online, Kiai Miftachul Akhyar atau Kiai Miftah adalah Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Dia merupakan kiai asal Jawa Timur.

Kiai Miftah adalah putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah KH Abdul Ghoni.

Baca Juga: Rapat Alim Ulama PBNU: Tak Ada Pemakzulan Ketum

Petinggi PBNU kelahiran tahun 1953 ini merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.

Di NU ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020.

Kiai Miftah didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020, di Gedung PBNU, Sabtu (22/9/2025).

Kiai Miftah menggantikan KH Ma’ruf Amin yang maju pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

Baca Juga: Emoh Dimakzulkan, Gus Yahya: Putusan Syuriah PBNU Tak Wajar

Setelah KH Ma’ruf Amin menjabat sebagai wakil presiden, Kiai Miftachul terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2020.

Genealogi keilmuan Kiai Miftah tidak diragukan, tercatat pernah nyantri di PP Tambak Beras, PP Sidogiri, PP Lasem, serta menantu Syekh Masduki Lasem.

Di struktural NU, Kyai Miftah pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Surabaya dan PWNU Jawa Timur.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *