3 mins read

Kisah Juraij Keajaiban dari Bakti kepada Orang Tua dan Pelajaran tentang Do’a Seorang Ibu

nujateng.com – Kisah Juraij adalah salah satu kisah masyhur yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim.

Kisah ini mengajarkan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, menjaga hati dan bagaimana do’a seorang ibu bisa menjadi sebab ujian sekaligus keselamatan seorang anak.

Juraij adalah seorang lelaki ahli ibadah yang tinggal di sebuah tempat ibadah (biara).

Ia dikenal tekun melakukan shalat dan menjauhi hiruk pikuk dunia.

Dalam kesendiriannya, ia mencurahkan hidupnya untuk mendekat kepada Allah.

Suatu hari, ketika Juraij sedang melaksanakan shalat, ibunya datang memanggil. Ibunya berkata:

Wahai Juraij, berbicaralah kepadaku.”

Namun karena sedang shalat, ia bimbang dan berkata dalam hati:

“Ya Allah, ibuku atau shalatku?

Juraij akhirnya memilih meneruskan shalat. Ibunya pun pergi.

Hal ini terjadi tiga kali dan di setiap panggilan itu, Juraij tetap memilih shalatnya.

Hingga akhirnya sang ibu mengangkat tangan dan berdoa’:

Ya Allah, jangan Engkau matikan Juraij hingga Engkau memperlihatkan fitnah seorang wanita kepadanya.”

Do’a seorang ibu tak pernah tertolak. Dari sinilah ujian Juraij bermula.

Fitnah Besar yang Menimpa Juraij

Di kampung itu terdapat seorang wanita cantik yang biasa menggoda para lelaki.

Ketika mendengar popularitas dan kemuliaan Juraij, wanita tersebut berniat untuk menjatuhkan kehormatannya.

Ia mendekati seorang penggembala dan melakukan hubungan hingga hamil. Ketika bayi lahir, ia berkata:

“Ini anak Juraij.”

Berita itu menyebar. Masyarakat murka. Mereka datang membawa kapak dan sekop menghancurkan tempat ibadah Juraij lalu menyeretnya keluar dengan hinaan.

Saat ditanya, Juraij hanya berkata:

“Tanyakan kepada bayi itu.”

Dengan izin Allah, bayi yang masih merah itu berbicara:

“Ayahku adalah si penggembala domba.”

Semua orang terperanjat. Fitnah itu pun terbongkar.

Kemuliaan Juraij dikembalikan

Mendengar kebenaran, masyarakat menyesal dan berkata:

“Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu dari emas dan perak.”

Namun Juraij menjawab dengan rendah hati:

“Tidak perlu. Bangunlah kembali dengan tanah sebagaimana semula.”

Juraij pun kembali beribadah dengan tenang.

Pelajaran Penting dari Kisah Juraij

1. Do’a seorang ibu sangat dahsyat

Doa seorang ibu baik doa kebaikan maupun doa sakit hati sangat mudah diijabah.

Doa ibunya yang kecewa membuat Juraij diuji dengan fitnah yang sangat berat.

2. Berbakti kepada orang tua lebih utama daripada ibadah sunnah

Juraij sedang shalat sunnah dan ia mengabaikan panggilan ibunya tiga kali.

Pelajaran besar: menjawab panggilan orang tua lebih utama daripada ibadah sunnah yang panjang sekalipun.

3. Allah selalu menolong orang yang benar

Ketika Juraij terfitnah dan diperlakukan tidak adil, Allah membelanya dengan keajaiban, seorang bayi berbicara membongkar kebenaran.

4. Tuduhan tanpa bukti bisa menghancurkan seseorang

Masyarakat terlalu cepat menuduh hingga merusak rumah ibadah Juraij tanpa memastikan kebenaran.

Ini adalah peringatan agar kita tidak mudah termakan fitnah.

5. Rendah hati meski dalam kemenangan

Walau dibela oleh Allah dan dihormati masyarakat, Juraij tetap memilih kesederhanaan:

“Bangun kembali seperti semula.”

Semoga kita menjadi anak yang lembut hati, cepat memenuhi panggilan orang tua dan tidak lalai menjaga adab dalam ibadah serta kehidupan sehari-hari.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *