2 mins read

Kyai Lutfi Nur Hakim, Berbekal Nasihat dan Perintah Orang Tua Membangun Ponpes Raudhatul Jannah Al Hasany

Ungaran, nujateng.com – Mau jadi apapun kamu nanti nang yang penting pelajari ilmu agama cerita Kyai Lutfi Nur Hakim, mengenang pesen orang tua dan simbahnya(guru ngaji).

Adapun Simbah-Simbahnya ada yang berasal dari Tengaran dan Susukan Kab. Semarang.

Berbekal pesan itulah Kyai Lutfi Nur Hakim membangun Pondok Pesantren Raudhotul Janah Al Hasany.

Pondok Pesantren Raudhotul Janah Al Hasany beralamat di jl. Mendut Raya, Krajan RT 04/03, Kel. Candirejo, Kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang.

Berdiri pada tahun 2019 diatas lahan seluas 1.400 M dibangun 2 gedung yang 1 buat asrama laki-laki dan gedung yang 1 buat asrama perempuan

“Banyak warga di lingkungan saya hanya lulusan SD dan SMP jarang yang masuk pesantren hanya saya yang mondok dan yang bisa sampai ke jenjang sarjana pada saat itu” jelasnya

Pada saat tahun 2014 lulus S1 ditawari (Simbah) guru saya , kamu mau nda membantu saya, saya jawab bantu apa, karena saya belum pernah hikmat kepada kyai kenangnya.

“Saya pada itu waktu masih masih hikmat di Masjid Perumahan Villa Tembalang selama 5 tahun dan saya tidak berani meninggalkannya sebelum ada perintah Simbah jelasnya pada awak media nujateng com pada hari Kamis, (20/11/2025)

Nang jika kamu mau bantu aku, cari tanah jika sewa nanti saya yang bayar, waktu itu tahun 2016 mencari tanah dapat di Sriroto, Kalirejo, Ungaran Barat

Setelah itu saya matur ke orang tua menyampaikan, ibu saya dapat amanah dari guru untuk hikmat ke masyarakat tapi saya belum cukup ilmu, jawab ibu jika itu perintah guru, kerjakan nang nanti Allah akan menunjukan jalannya.

Hari ini untuk santri ada 80 orang (44 laki-laki, 36 perempuan), dari golongan yatim, piatu dan dhuafa, mereka belajar sesuai tahapnya masing-masing, ada yang SD,SMP,SMA bahkan ada yang belum sekolah.

Untuk saat ini Pondok belum ada sekolah formal dari SD dan SMP, yang ada baru MA, jadi mereka sekolah diluar yang SD di SD 1 Candirejo dan yang MTs di MTs Ma’arif Nyatnyono.

Dalam pengelolaannya Kyai Lutfi Nur Hakim di bantu Istri, ustadz dan ustadzah sejumlah 14 orang dengan berbagi ilmu dan keahliannya.

Mereka alumni dari Matolek, API Tegalrejo, Sarang dan Tengaran Salatiga dan bahkan ada yang S2 dari UNDARIS Semarang.

Selain belajar ilmu agama di Pondok Pesantren Darul Taqwa Semarang, Kyai Lutfi Nur Hakim juga kuliah S1 di UNDIP jurusan Manajemen, lanjut Kuliah S2 di STIPARI jurusan Magister Sains.

Adapun jadwal kegiatan setiap hari, habis subuh ngaji kitab, Yasin, Waqiah,persiapan sekolah, habis ashar ngaji tajuid, tahfidz, manakif, maulid.

“Program unggulannya adalah tahfidz dan kitab kuning, untuk santri tahfidz pencapaian yang tertinggi sampai hari ini sudah ada yang sampai juz 22.” Kyai mengakhiri.***

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *