Lima Golongan yang Diharamkan Allah SWT dari Neraka
nujateng.com – Setiap manusia pasti takut kepada neraka. Tempat yang panasnya tidak tertahankan, azabnya pedih, dan penyesalannya tiada akhir.
Namun, kabar gembira dari Nabi ﷺ, ternyata ada golongan manusia yang diharamkan dari neraka, atau neraka diharamkan menyentuh mereka.
Ini bukan sekadar harapan, tapi janji yang datang dari lisan Rasulullah ﷺ.
Sebagaimana sabda beliau:
“أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ؟ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟
كُلُّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ.”
Artinya: “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang yang diharamkan dari neraka? Yaitu setiap orang yang dekat, lemah lembut, santun, dan mudah.”
HR. Tirmidzi
Maka perhatikan, golongan pertama ini bukan orang yang banyak harta, bukan pula yang tinggi jabatan, tetapi mereka yang akhlaknya lembut.
Ia tidak kasar dalam berbicara, tidak menyakiti dengan lisannya, tidak mempersulit orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, ia menjadi penyejuk, bukan pemicu konflik. Orang seperti ini dicintai manusia, dan lebih dari itu, dicintai oleh Allah.
Betapa sederhana amalnya, tapi besar nilainya di sisi Allah.
Golongan berikutnya adalah mereka yang memiliki hati yang hidup, hati yang takut kepada Allah hingga meneteskan air mata.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“لَا يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّىٰ يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ.”
Artinya: “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, sampai air susu kembali ke tempatnya.”
HR. Tirmidzi
Ini adalah ungkapan yang menunjukkan kemustahilan. Artinya, orang yang benar-benar menangis karena takut kepada Allah, karena mengingat dosa-dosanya, karena merasa hina di hadapan-Nya, maka Allah haramkan neraka baginya.
Tangisan ini bukan dibuat-buat, tapi lahir dari hati yang sadar, hati yang mengenal Allah.
Di zaman sekarang, menangis karena dunia itu biasa, tapi menangis karena Allah, itulah tanda keimanan yang luar biasa.
Selanjutnya, golongan yang paling utama, yaitu mereka yang menjaga tauhid, menjaga keikhlasan hanya kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Artinya: “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan mengharap wajah Allah.”
Namun perlu kita pahami, bukan sekadar ucapan di lisan. Banyak orang bisa mengucapkannya, tapi yang dimaksud adalah mereka yang ikhlas, yang benar-benar menjadikan Allah satu-satunya tujuan.
Tidak riya’, tidak mencari pujian manusia, tidak menyekutukan Allah dalam bentuk apa pun.
Tauhid inilah pondasi keselamatan. Jika ini kuat, maka amal lainnya akan mengikuti.
Ada pula golongan yang menjaga shalat-shalat utama, khususnya Subuh dan Ashar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا.”
Artinya: “Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.”
HR. Muslim
Inilah shalat Subuh dan Ashar. Dua shalat yang berat bagi orang munafik, karena Subuh harus bangun dari tidur, dan Ashar sering dilalaikan karena kesibukan dunia.
Maka siapa yang mampu menjaga keduanya dengan istiqamah, itu tanda keimanan yang kuat. Ia mendahulukan Allah di atas segala urusan dunia.
Terakhir, golongan yang juga diharamkan dari neraka adalah mereka yang berjuang dan menjaga agama Allah, bahkan dalam keadaan sulit.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ.”
Artinya: “Ada dua mata yang tidak akan disentuh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang berjaga di jalan Allah.”
HR. Tirmidzi
Ini mencakup orang-orang yang berjuang menjaga agama, menjaga kebaikan, menjaga umat, bahkan dalam skala kecil, seperti menjaga keluarganya dari kemaksiatan, menjaga lingkungannya dari kerusakan.
Semua itu termasuk bagian dari perjuangan di jalan Allah. Ternyata jalan untuk selamat dari neraka itu ada, dan sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari :
-Perbaiki akhlak kita
-Hidupkan hati kita dengan takut kepada Allah
-Jaga tauhid dan keikhlasan
-Istiqamah dalam shalat
-Dan berjuang di jalan Allah sesuai kemampuan kita
Semoga kita semua termasuk golongan yang diharamkan dari neraka, dan dimasukkan ke dalam surga-Nya tanpa hisab.***
