
Murid Murid perempuan MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa mendapatkan imunisasi pencegahan kanker serviks. Kegiatan imunisasi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 3 September 2026 menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh Puskesmas Sitanggal Kec Larangan Kab Brebes.
Imunisasi kanker serviks yang dimaksud adalah imunisasi HPV (Human Papillomavirus). Vaksin ini bukan untuk mengobati kanker yang sudah terjadi, tetapi untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker leher rahim (serviks). WHO merekomendasikan vaksin HPV terutama untuk anak perempuan usia 9–14 tahun dalam hal ini usia SD/MI.
Program pemerintah ini dilaksanakan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kebijakan Indonesia sejak 2025 menggunakan 1 dosis HPV untuk sasaran program, dengan sasaran utama anak perempuan kelas 5 SD/MI atau sederajat (sekitar usia 11 tahun). Anak yang belum mendapat imunisasi dapat memiliki sasaran kejar sesuai ketentuan program.
Imunisasi ini memikirkan fungsi mencegah infeksi HPV berisiko tinggi.
Mengurangi risiko kanker serviks di kemudian hari.
Vaksin HPV telah dinilai aman; efek setelah suntikan biasanya ringan, seperti nyeri, kemerahan atau bengkak di tempat suntikan.
Dalam program BIAS, imunisasi HPV diberikan gratis di sekolah/madrasah atau melalui fasilitas kesehatan untuk anak yang tidak bersekolah. Program pemerintah tersebut secara teknis dilaksanakan oleh Puskesmas setempat.
Imunisasi HPV sangat penting karena diberikan pada usia ketika respons kekebalan baik dan sebelum kemungkinan terpapar HPV. Oleh karena itu melalui program BIAS ini memiliki tujuan agar generasi Indonesia sehat bebas dari penyakit termasuk kanker serviks.
Dua petugas medis dari Puskesmas Sitanggal melaksanakan tugas imunisasi di MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa dengan mendatangi ruang kelas. Satu persatu perempuan maju mendapatkan suntikan imunisasi tersebut.
Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Akhmad Sururi mengucapkan terimakasih kepada tim medis dari Puskesmas Sitanggal yang telah melaksanakan kegiatan Imunisasi. Kegiatan imunisasi sangat bermanfaat untuk kesehatan murid murid. Imunisasi sebagai lengkah pencegahan itu lebih baik daripada setelah terpapar penyakit baru berobat.
” Sesungguhnya agama memerintahkan kita semua untuk menjaga kesehatan. Karena dengan sehat kita bisa beribadah, dengan sehat kita bisa belajar dan dengan sehat kita bisa melakukan pekerjaan yang bermanfaat untuk orang banyak, ” kata Akhmad Sururi.
” Al hamdulilah saya melihat anak anak tidak takut saat datang petugas medis dari Puskesmas. Mereka dengan sadar dan berani maju untuk mendapatkan imunisasi dari petugas kesehatan. Ini semua karena mereka menyadari betapa pentingnya arti kesehatan. Secara khusus imunisasi ini hanya untuk murid perempuan,karena berhubungan dengan pencegahan kanker serviks, ” pungkas Akhmad Sururi.
