
Era digitalisasi merambah ke semua lini kehidupan termasuk lembaga pendidikan dan Pesantren. Digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan yang hari bukan lagi barang asing atau sesuatu yang melangit. Digitalisasi menjadi kebutuhan untuk mempercepat proses sesuatu sekaligus pada saat yang sama memiliki akuntabilitas dan transparansi yang bisa diakses untuk kebutuhan sebuah lembaga.
Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki santri tidak lepas dari transaksi keuangan yang berjalan setiap hari. Dari mulai yang kecil membeli kebutuhan sehari-hari untuk santri sampai pembayaran keuangan Pondok Pesantren yang nilainya kalau diakumulasi memiliki angka lumayan, tergantung jumlah santri dan jumlah nominal pembayaran.
Berangkat dari hal tersebut, maka pengelolaan keuangan membutuhkan perangkat lunak dalam bentuk digitalisasi untuk memudahkan transaksi yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Disinilah BRI ( Bank Rakyat Indonesia) sebagai bank konvensional memiliki program digitalisasi keuangan Pesantren yang dapat diimplementasikan di lembaga Pesantren khususnya di Kab Brebes.
Oleh karena itu BRI Cabang Brebes menggandeng Forum Musyawarah Ulama ( FORMULA) Kab Brebes dan Formula Tegal Raya untuk mensosialisasikan program digitalisasi keuangan Pesantren. Kegiatan sosialisasi program tersebut yang dilaksanakan pada hari Senin, 24 Agustus 2026 di Pondok Pesantren At Taqwa Karangmalang Kec Ketanggungan diikuti oleh Pemimpin dan Pengasuh Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam. ( TPQ dan Madrasah Diniyah) wilayah Brebes Barat.
Selaku Perwakilan BRI Cabang Brebes Faisal memaparkan beberapa program digitalisasi keuangan dihadapan para pengasuh / pimpinan Pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. Dari mulai transaksi pembayaran santri, tabungan santri dan lainnya disampaikan dengan jelas dan gamblang. Program digitalisasi ini merupakan program layanan transaksi keuangan secara mandiri dengan sistem keuangan perbankan.
Dirinya berharap semua Pesantren di Kab Brebes bisa menerapkan program ini. Karena kedepan digitalisasi ini pasti akan merambah di semua lembaga pendidikan. Untuk sementara ini sudah ada beberapa Pesantren yang sudah bekerjasama dengan BRI Brebes terkaid dengan digitalisasi keuangan Pesantren.
Sebelumnya Drs H Hilmy Wahid MSI selaku Ketua Dewan Pertimbangan FORMULA Kab Brebes mengatakan bahwa pertemuan hari ini merupakan amanat Direksi BRI pusat yang memerintah dirinya untuk berkomunikasi dengan BRI. Komunitas Pesantren diharapkan bisa menjalin kerjasama dengan BRI. Banyak progam yang bisa dikerjasamakan dengan BRI.
Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa Pengurus FORMULA Tegal Raya ( Kab Tegal dan Kota Tegal dan Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT) Kab Brebes, Akhmad Sururi. Dalam forum tersebut juga terjadi dialog terkait dengan permohonan kemudahan untuk program dari BRI.
