2 mins read

STAI Brebes Sosialisasikan Program Perkuliahan Untuk Guru MDT 

 

Bertempat di aula Kantor DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT ) Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah, Edi Tristiyanto bersama Waka bidang  Akademik, Administrasi, Kepegawaian dan Kemahasiswaan Edi Susanto menyampaikan sosialisasi program perkuliahan untuk guru MDT di Kab Brebes. Progam ini direncanakan akan disandingkan dengan  RPL ( Rekognisi Pembelajaran Lampau ), sehingga proses perkuliahannya tidak seperti reguler.

 

” Terimakasih kepada Ketua DPC FKDT Kab Brebes yang telah memperkenankan kepada kami untuk menyampaikan sosialisasi Perkuliahan untuk Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah ( MDT ). Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan perkuliahan untuk  guru MDT dengan program RPL Rekognisi (  Pembelajaran Lampau ). Progam tersebut diperuntukkan bagi para pendidik yang sudah bekerja di lembaga pendidikan. Progam RPL menjadi kesempatan bagi guru MDT, karena proses perkuliahanya tidak seperti   perkuliahan reguler. Ada beberapa SKS yang sudah dikonversi dengan tugas pengabdian yang telah dilaksanakan oleh guru MDT selama ini. Sehingga jarak tempuh perkuliahannya kurang dari empat tahun,” kata Edi Susanto  saat memaparkan program perkuliahan di Sekretariat DPC FKDT Kab Brebes Jl Yos Sudarso Brebes, Kamis 16 April 2026.

 

Edi mengungkapkan bahwa program RPL ini secara resmi sudah diluncurkan oleh Kementerian Diktisaintek dengan beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh perguruan tinggi, termasuk persyaratan akreditasi. Untuk STAI Brebes sedang berproses untuk menjalankan program tersebut. Oleh karena itu menjadi kesempatan bagi guru MDT di Kab Brebes untuk mengikuti perkuliahan ini.

 

 Sebelumnya Akhmad Sururi selaku Ketua DPC FKDT Kab Brebes mengungkapkan bahwa pertemuan hari ini bersama dengan perwakilan STAI Brebes merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pendidik di lingkungan MDT. Hal tersebut searah dengan telah disahkannya Dirjen Pontren Kemenag RI, dimana MDT menjadi bagian dari lembaga tersebut. Oleh karena itu kedepan MDT diharapkan bisa melakukan langkah peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kapasitas pendidik dalam program perkuliahan.

 

 ” Bagi guru MDT yang belum memiliki ijazah sarjana terutama mereka yang lulus pesantren bisa mengikuti program ini ( perkuliahan dengan program RPL ). Meskipun ada beberapa guru MDT yang menjadi guru pada lembaga pendidikan formal dengan ijazah sarjana, akan tetapi masih banyak guru MDT yang hanya memiliki ijazah atau syahadah dari Pesantren. Oleh karena itu kedepan guru MDT yang belum memiliki ijazah MDT sangat diharapkan bisa mengikuti program perkuliahan ini,” kata Akhmad Sururi.

 

Hal teknis terkait dengan perkuliahan dan lainnya, menurut Sururi nanti akan dibicarakan DPC FKDT Kab Brebes bersama dengan pimpinan STAI Brebes. Dalam jangka dekat pihak FKDT Kab Brebes akan melakukan penandatanganan MOU antara FKDT dengan STAI Brebes. 

 

Hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan di kantor DPC FKDT Kab Brebes Ketua DPAC FKDT Kecamatan se Kab Brebes.  Beberapa pengurus DPC FKDT Kab Brebes juga hadir termasuk Sekretaris , Moh Toha dan Bendahara Sanuri Nursalim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *