Memantau Goes Oedji, CEO nujateng.com dan Dirut RSI SA Semarang yang Suka Blusukan

Direktur Utama, dr. Agus Ujianto M.Si. Med Sp.B., yang akrab disapa Goes Oedji, melakukan aksi “blusukan” yang menarik perhatian publik
SEMARANG – (nujateng.com) – Di tengah hiruk pikuk kesibukan RSI Sultan Agung sebagai rumah sakit rujukan di Jawa Tengah, Direktur Utama, dr. Agus Ujianto M.Si. Med Sp.B., yang akrab disapa Goes Oedji, melakukan aksi “blusukan” yang menarik perhatian publik. Goes Oedji tidak menuju ruang rapat mewah, melainkan langsung menyambangi kawasan Terminal Terboyo dan sepanjang Jalan Kaligawe yang dikenal semrawut oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar truk tronton.
Aksi ini bukan tanpa alasan. Sebagai institusi kesehatan yang terletak di jantung kawasan tersebut, RSI Sultan Agung menyadari bahwa kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekitar sangat memengaruhi citra dan aksesibilitas layanan rumah sakit.
Tantangan Kaligawe: Semrawut dan Minim Kenyamanan
Dalam blusukan tersebut, Goes Oedji berdialog langsung dengan para sopir tronton, kernet, dan pedagang kaki lima. Ia mendengarkan keluhan mereka mengenai kesulitan mencari lahan parkir yang layak dan tantangan hidup sehari-hari.
“Kawasan Kaligawe ini adalah gerbang penting Semarang dari arah timur. Sayangnya, citranya masih jauh dari kata nyaman dan tertib. Parkir tronton yang sembarangan dan PKL yang tidak teratur membuat akses ke rumah sakit dan kawasan sekitar menjadi sulit, bahkan terasa kurang aman,” ujar Goes Oedji.
Membangun Ekosistem Wisata Sehat Bersama Masyarakat
Goes Oedji menyampaikan visi besarnya: mengajak seluruh elemen masyarakat di kawasan Kaligawe—termasuk sopir dan PKL—untuk bersama-sama membangun ekosistem wisata yang aman, nyaman, dan tertib, serta tentunya mendukung misi RSI Sultan Agung sebagai Global Islamic Teaching Hospital.
“Kita harus ubah pandangan bahwa Kaligawe adalah kawasan kumuh. Bersama-sama, kita bisa menjadikannya kawasan yang produktif, tertib, dan bahkan menarik bagi peziarah atau keluarga pasien yang ingin berwisata sambil berobat,” tambahnya.
Beberapa poin yang diusulkan oleh Goes Oedji dalam pertemuan itu meliputi:
- Penataan Parkir Terpadu: Bekerja sama dengan Dishub dan pemilik lahan untuk menyediakan area parkir tronton yang memadai dan legal, sehingga badan jalan kembali lancar.
- Kawasan Kuliner PKL yang Bersih: Mengorganisasi PKL ke dalam satu area terpadu dengan standar kebersihan dan higienitas yang tinggi, bahkan bisa menjadi spot kuliner sehat yang diawasi oleh tim gizi rumah sakit.
- Kampanye Lingkungan Bersih dan Sehat: RSI Sultan Agung siap memberikan edukasi kesehatan dan sanitasi secara berkala kepada sopir dan PKL untuk menciptakan lingkungan yang lebih higienis, yang secara langsung akan meningkatkan pendapatan karena pengunjung merasa lebih aman.
Langkah blusukan Goes Oedji ini diapresiasi oleh pedagang dan sopir sebagai sinyal bahwa rumah sakit tidak hanya fokus di dalam gedung, tetapi juga peduli pada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar, menjadikannya kolaborasi antara kesehatan, ketertiban, dan peningkatan pendapatan kawasan.***
