KH Subhan Ma’mun : Haul Massal Menyambungkan Ruh dengan Para Leluhur
BREBES – nujateng.com – Haul Massal merupakan kegiatan keagamaan yang menyambungkan ruh manusia yang masih hidup dengan para leluhur yang sudah meninggal. Sedekah dan bacaan Qur’an yang dihadiahkan kepada para leluhur sangat bermanfaat untuk mereka. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh salah seorang Ulama, bahwa bacaan Qur’an dan sedekah orang hidup yang dihadiahkan kepada orang yang sudah meninggal sampai kepada mereka. Hanya kalau sedekah atau infak dalam bentuk uang tanpa menyebutkan dalam kalimat, sementara kalau bacaan Qur’an atau kalimat Tahlil harus sebutan dengan kalimat khusus,” kata KH Subhan Ma’mun dihadapan pengunjung kegiatan Haul Massal dan Halal bi Halal desa Jagalempeni Selatan Kec Wanasari Kab Brebes, Ahad, 16 Syawal 1447 bertepatan dengan 5 April 2026.
Lebih jauh Pengasuh Pondok Pesantren As Salafiyah Luwungragi menegaskan bahwa amal jariyah dalam bentuk uang untuk Haul pahalanya sampai kepada orang yang sudah meninggal. Nilainya semuanya sama, karena matematika Alloh tidak sama dengan matematika manusia. Jelasnya kalau masing masing rumah infak 30 ribu rupiah untuk 10 arwah, maka setiap arwah mendapatkan pahala dari infaq 30 ribu, buka 30 ribu dibagi sepuluh.
KH Subhan menambahkan bahwa Haul Massal juga menjadi bagian dari bentuk birrul walidain ( berbuat baik kepada kedua orang tua ). Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam kitab Risalatul Qusairiyyah, ada empat hal amalan baik seorang mu’min salah satunya hormat kepada orang tua dengan berdiri, meskipun dirinya sudah menjadi pejabat. Termasuk menghormati orang tua dengan bersedekah yang pahalanya dihadiahkan kepada mereka. Berdiri menyambut kehadiran orang tua juga menjadi bagian penghormatan kepada orang tua.
Di hadapan para jamaah pengajian Haul, KH Subhan Ma’mun mengungkapkan kisah salah satu desa di Kecamatan Moga Kab Pemalang. Desa tersebut kerap kali mendapatkan musibah atau bencana alam. Akhirnya beberapa tokoh agama setempat menggagas kegiatan Haul Massal dengan berkirim doa kepada arwah leluhur di makam desa tersebut. Setelah diadakan Haul Massal akhirnya bencana alam tidak lagi terjadi sampai sekarang. Disinilah pentingnya menyambungkan arwah dengan para leluhur yang di dalamnya bisa jadi ada para kekasih Allah.
KH Subhan juga mengatakan bahwa di kuburan Jagalempeni Selatan banyak kekasih Alloh. Mereka mastur, tidak menyebutkan dirinya sebagai kekasih Allah, akan tetapi amal dan ibadahnya memilki derajat sebagai kekasih Allah. Oleh karena itu Haul Massal yang diselenggarakan oleh masyarakat Jagalempeni Selatan semoga memberikan keberkahan dan keselamatan kita semua.
Kegiatan Haul Massal dan Halal bi Halal yang diselenggarakan sejak tahun 70 an sampai sekarang masih berlangsung. Setiap bulan Syawal Haul Massal dan Halal bi Halal dengan rangkaian kegiatan sebelumnya pembacaan Qur’an 30 Juz di setiap mushola dan masjid serta makbaroh, dilanjutkan dengan pembacaan arwah. Malam sebelum pengajian diadakan Istighosah dan tahlil bersama.
Turut hadir dalam acara puncak Pengajian Haul Massal Halal bi Halal Jagalempeni Selatan, Sekretaris MWC NU Wanasari , Akhmad Sururi dan jajaran pengurus ranting NU Jagalempeni Selatan dan badan otonom NU. Beberapa tokoh masyarakat juga hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, H Akhmad Sujai, H Akhmad Junaidi dan Kyai Akhmad Suduri.
