MTs NU 20 Kangkung Gelar Bedah Buku Sastra dan Parade Puisi

0
7776
MTs NU 20 Kangkung Gelar Bedah Buku Sastra dan Parade Puisi
Suasana saat pembacaan puisi oleh salah satu siswi MTs NU 20 Kangkung. sumber: pcnukendal.com
Iklan

Kendal, nujateng.com – MTs NU (Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama) 20 Kangkung mengadakan bedah buku sastra karya siswa dan parade puisi kemerdekaan di ruang pertemuan sekolah pada Rabu, (24/8/2022).

Dalam acara tersebut, buku yang dibedah adalah karya siswa MTs NU 20 Kangkung dengan judul “Hikayat Pemanen kata di Ladang Hijau”. Buku dengan genre sastra tersebut adalah buah karya siswa sebagai tindak lanjut pasca kegiatan Kelas Cipta Puisi.

Hal tersebut disampaikan oleh koordinator kegiatan, Akhmad Sofyan Hadi. Menurutnya, karya siswa-siswi MTs NU 20 Kangkung sudah lama akan dibedah.

“Sebenarnya sudah sejak lama direncakana untuk dibedah. Tapi, karena pandemi maka baru terlaksana sekarang. Hebatnya, karya ini adalh tindak lanjut dari kelas cipta puisi yang sudah pernah dilaksanakan beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Bagi Sofyan, buku kumpulan puisi dengan tebal 64 halaman tersebut adalah bagian dari kesungguhan sekolah untuk menumbuh kembangkan minat, bakat, pengetahuan sekaligus kemampuan siswa dalam kesusastraan.

“Ini adalah bagian dari keseriusan sekolah dalam mengembangkan sastra pada siswa-siswi MTs NU 20 Kangkung ini,” tuturnya.

Acara bedah buku tersebut turut mendatangkan Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Setia Naka Adrian. Pria yang akrab disapa Naka tersebut mengapresiasi buah karya berupa buku kumpulan puisi tersebut.

“Tentu saya sangat mengapresiasi karya siswa-siswi di sini. Ini sangat bagus. Tidak ada sekolah yang memiliki program seperti ini. Kegiatan yang tentu bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk berkarya bermula dari hal yang sederhana lalu dituangkan dalam karya,” jelas Naka.

Bagi Naka, hal yang perlu dilakukan adalah jangan pernah merasa takut jika dikatakan jika karyanya tidak bagus. Hal terpenting, imbuhnya, ialah jangan takut salah.

Setelah bedah buku selesai, acara dilanjutkan dengan parade puisi kemerdekaan yang dibawakan oleh siswa, alumni, dan guru.

(SRC: pcnukendal.com/ed. Sidik Pramono)