Tekun Teken Tekan sebagai Prinsip Gerakan Pelajar NU Batang

2
2077
Foto saat pelantikan IPNU Barang. Sumber: PC IPNU-IPPNU Batang
Iklan

Batang, nujateng.com – “Natas Nitis Netes” prinsip gerakan pada periode kemarin, kini Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Batang seusai resmi dilantik memutuskan “Tekun Teken Tekan” sebagai prinsip gerakan lanjutan dari periode 2020-2022.

Ketua PC IPNU Batang periode 2022-2024, Shaiful Bahri mengungkapkan tekun teken tekan merupakan kelanjutan dari natas nitis netes setelah kemarin sampai di titik menetas maka kali ini yakni mengembangkan kader.

“Berproses itu harus tekun maka akan mendapat teken atau petuah, apabila petuah tersebut dilaksanakan selanjutnya kita akan sampai pada tujuan,” ujar Bahri di acara Pelantikan PC IPNU dan IPPNU Batang yang digelar di Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (28/07/2022) malam.

Mahasiswa UIN Walisongo yang kerap dipanggil Bahri tersebut menjelaskan, ibarat filosofi gedung yang sedang dibangun, tugas Pelajar NU Batang adalah melanjutkan pembangunan yang nyaris selesai. Hal ini sesuai dengan asas Al Mukhafadzatu Alam Qodimissohlih Wal Akhdzu Bil Jadidil Aslah. Dalam artian, hal baik dari periode kemarin akan dilanjutkan dan diupayakan untuk menjadi lebih baik.

Di sela-sela sambutan Shaiful Bahri mengumumkan, bahwa PC IPNU Batang sudah diputuskan terakreditasi A dengan nilai 99%. Ia meminta kader Pelajar NU Batang supaya tidak terlena dengan capaian tersebut.

Ia menambahkan, “Kami juga sudah memulai langkah awal memfasilitasi kader dengan mengawal beasiswa Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Batang bersama Forum Komunikasi Mahasiswa Batang Indonesia, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Forum Komunikasi Osis Kabupaten Batang,” jelasnya.

Senada dengan Ketua IPNU, Ketua PC IPPNU Batang periode 2022-2024, Lies Naeni mengatakan PC IPNU IPPNU Batang fokuskan kaderisasi yang menjadikan orientasi setiap aktivitas sebagai upaya perjuangan meningkatkan kualitas dan kapasitas marwah intelektual dengan memfasilitasi kader melalui pengawalan beasiswa PemKab Batang.

Di acara pelantikan, Lies menyampaikan IPNU dan IPPNU merupakan dua organisasi yang berbeda, tetapi tetap kolaborasi dan kerjasama. Dalam hal ini, perlu adanya pembagian peran yang jelas antara IPNU dengan IPPNU dengan tujuan mengatur garis koordinasi dan komunikasi masing-masing serta memiliki kewenangan yang sama dalam berorganisasi.

“Jadi bukan IPNU sentris ataupun IPPNU sentris, semuanya bisa mengakses peluang dan hak yang sama untuk mewujudkan kesetaraan dalam berorganisasi,” ucap mahasiswa UIN Abdurahman Wahid Pekalongan tersebut.

Ia menuturkan, jangan pernah berharap hasil yang sama jika effort IPNU maupun IPPNU saja sudah berbeda, jangan pernah mengatakan IPNU tidak memberikan peluang jika IPPNU saja tidak memanfaatkan kesempatan. Begitupun sebaliknya.

(Kontributor: Septy Aisah/ed. Sidik Pramono)