PMII Pekalongan Gelar ‘Ngobrol Penting’ Soal Literasi Digital

0
2338
PMII Pekalongan Gelar 'Ngobrol Penting' Soal Literasi Digital
Foto bersama peserta acara Ngopen 'Ngobrol Penting' PC PMII Pekalongan
Iklan

Pekalongan, nujateng.com – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pekalongan menyelenggarakan kegiatan ‘Ngobrol Penting (Ngopen)’ bertema “Survivalitas Karya Tulis Di Tengah Iklim Media Sosial” bertempat di Balaidesa Ketitang Kidul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan pada Ahad (12/6) malam.

Narasumber pada kegiatan tersebut Iqbal Kamaludin menyampaikan, mahasiswa harus menyadari pentingnya membuat karya tulis. Membuat karya tulis, baik itu ilmiah atau non ilmiah, dikatakan harus dijadikan sebagai sebuah kebiasaan.

“Karya tulis ada beberapa macam bentuknya seperti artikel, makalah, paper, skripsi dan lainnya. Karya tulis seperti itu punya gaya kepenulisan yang tersistematis,”ucap Iqbal yang juga dosen di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Iqbal yang juga presenter TVRI Jawa Tengah menambahkan, karya tulis ilmiah masih akan tetap bertahan dalam jangka waktu yang panjang meski di tengah era media sosial serta maraknya konten-konten video di Youtube.

“Meskipun zaman berkembang sangat modern dengan kehadiran teknologi informasi yang masif, tetapi hal ini takkan menghilangkan karya tulis ilmiah dalam waktu dekat ini. Sebab, karya tulis ilmiah punya pasarnya tersendiri,”tambahnya.

Narasumber lain Khairul Anwar mengatakan, selain karya tulis ilmiah yang penulisannya membutuhkan pemikiran yang luas, mahasiwa juga bisa mencoba untuk menulis essay atau artikel ringan.

“Bagi yang belum terbiasa menulis karya tulis ilmiah, cobalah dulu untuk menulis artikel ringan. Media sosial yang kita miliki bisa dijadikan sarana untuk menuliskan sesuatu berupa wawasan atau pengetahuan yang kita miliki, seperti membuat status panjang di facebook atau instagram,” ucap mahasiswa Pascasarjana UIN Pekalongan tersebut.

Sementara ketua panitia kegiatan, Amir Muzaki menyampaikan bahwa lewat kegiatan diskusi ini mahasiswa khususnya kader PMII Pekalongan dapat lebih sadar akan dunianya yang memang diliputi oleh karya tulisan.

“Oleh karenanya tidak ada alasan untuk tidak suka pada kegiatan membaca dan menulis,” tegasnya.

Diskusi diikuti 30 peserta dipandu moderator Ihza Maulina dari aktivis Kojahan Pergerakan yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PMII, sambutan-sambutan dan dilanjut dengan diskusi. (Kontributor: Maz Irul/ed. 051)