Masa Pertumbuhan NU Muktamar Selalu Dilaksanakan di Hotel

0
1131
Masa Pertumbuhan NU Muktamar Selalu Dilaksanakan di Hotel
Masa Pertumbuhan NU Muktamar Selalu Dilaksanakan di Hotel
Iklan

Oleh : Abdullah Zuma (Surah Sastra Nusantra)

Muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi di NU. Istilah muktamar di masa awal pendirian NU disebut kongres. Di dalam majalah “Berita Nahdlatoel Oelama” kedua istilah itu digunakan secara bergantian dan tanpa ada perbedaan pengertian. Biasanya majalah itu menyebut muktamar dalam kurung kongres atau sebaliknya.

Muktamar pertama dilaksanakan di Surabaya pada 1926, sembilan bulan setelah NU berdiri. Hingga muktamar ketiga, NU menyelenggarakannya di kota yang sama.

Muktamar selanjutnya, bergeser ke wilayah barat, di Semarang pada 1929. Muktamar kelima bergeser lagi ke barat, yaitu di Pekalongan. Lalu di Cirebon, di Bandung, dan Jakarta. Setelah itu, kembali ke timur.

Ada hal yang menarik, pada awal berdiri, penyelenggaraan muktamar saat itu berlangsung tiap tahun dan selalu diadakan di sebuah hotel. Pada muktamar ke-1 sampai ke-3 berlangsung di Surabaya, letaknya di Hotel Paneleh.

Pada muktamar keempat, yang berlangsung di Semarang pada tahun 1929 berlangsung di Hotel Arabistan di Kampung Melayu kota itu.

Lalu, di Pekalongan pada tahun 1930 juga berlangsung di Oranje Hotel Kepatianstraat yang berlangsung 7-10 September 1930. Begitu pula saat berlangsung di Cirebon.

Saya belum dapat data terkait lokasi muktamar ke-7 di Bandung dan ke-8 di Jakarta dan yang lainnya. Lalu, sebagaimana pada foto di bawah ini, muktamar ke-14 di Magelang pada 1939, kembali dilaksanakan di hotel.

Menurut Ensiklopedia NU, muktamar NU selalu merespons keadaan sosial waktu itu, terutama kondisi umat Islam. Penyelenggaraan muktamar di Semarang misalnya, NU merespons perpecahan Sarekat Islam (SI) yang menjadi dua kelompok, putih dan merah. SI yang terakhir ini terpengaruh oleh komunis.

Muktamar kelima di Pekalongan NU merespons terjadinya konflik antara penduduk setempat dengan warga Tionghoa. Begitu juga muktamar Cirebon yang merespons menguatnya perpecahan di tubuh umat Islam karena persoalan-persoalan khilafiyah.

Selain itu, berpindah-pindah kota tempat penyelenggaraan muktamar memiliki bertujuan untuk mengembangkan NU ke daerah-daerah lain. Misalnya muktamar NU di Bandung adalah upaya menancapkan supaya tumbuh-kembangnya NU di pusat kebudayaan Jawa Barat dengan harapan di berbagai daerah Priangan berdiri NU. Termasuk muktamar NU ke-13 di Menes, Banten.