4 Kriteria Rais Aam PBNU Menurut Kiai Ma’ruf Amin

1
1083
4 Kriteria Rais Aam PBNU Menurut Kiai Ma’ruf Amin
Foto Kiai Ma'ruf Amin. sumber: inews.id
Iklan

Bandar Lampung, nujateng.com – Rais Aam PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) 2015-2018, KH Ma’ruf Amin memaparkan empat kriteria untuk menjadi Rais ‘Aam PBNU Rabu, (22/12/2021).

“Saya pernah membuat kriteria untuk Rais ‘Aam ketika Muktamar 33 NU di Jombang. Setidaknya ada empat kriteria,” jelas Kiai Ma’ruf Amin pada konferensi pers di Hotel Radisson, Lampung.

Kriteria pertama menurut Kiai Ma’ruf Amin ialah faqih atau ahli dan paham tentang syariat islam dengan baik. Hal tersebut diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Seorang Rais Aam harus faqih. Jika tidak, lalu bagaimana caranya menyelesaikan permasalahan jika patokannya saja tidak ada,” paparnya.

Kriteria kedua, menurut Wakil Presiden RI tersebut ialah organisatoris atau munazhzhim. Rais ‘Aam, imbuh Kiai Ma’ruf Amin, wajib memahami ilmu berorganisasi. Karena NU adalah organisasi.

“NU itu adalah organisasi. Maka, sebagai pemimpin tertinggi wajib mengerti organisasi,” papanya.

Kriteria ketiga menurut cicit Imam Nawawi tersebut ialah harus menjadi penggerak atau muharrik.

“Dirinya harus bisa menjadi penggerak. Karena NU merupakan gerakan ulama dalam rangka mengislahkan. Karena NU adalah sebuah gerakan, maka Rais ‘Aam harus menjadi penggerak,” imbuhnya.

Kriteria terakhir menurut Kiai Ma’ruf Amin adalah wara’i. Dalam pandangan Ulama asal Banten tersebut, Rais ‘Aam wajib memiliki sifat wara’ atau menjauhkan diri dari maksiat serta syubhat yang bisa menimbulkan dosa.

“Dengan demikian, Rais ‘Aam tidak sekedar posisi struktur organisasi. Namun juga maqam (tinggi kedudukannya). Rais ‘Aam sangar sentral posisinya,” tandasnya.[Source: nu.or.id/ed. 051]