PR NU Gumilir Bahas Konsep Jihad Milenial dalam Sarahehan

1
907
PR NU Gumilir Bahas Konsep Jihad Milenial dalam Sarahehan
foto saat sarasehan NU. sumber: arjunanews.com
Iklan

Cilacap, nujateng.com – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Gumilir membahas konsep jihad milenial dalam acara sarasehan yang digelar pada Kamis, (2/12/2021).

Ketua PRNU Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Kiai Sakirin menyampaikan apa itu jihad. Menurutnya jihad adalah untuk menjaga kekuatan NU tak terkecuali di struktur paling bawah dan juga generasi milenial.

“Menurut perspektif saya, jihad adalah jitu serta harus nekad (tekad kuat, ed). Generasi milenial atau pengurus NU yang masih muda wajib mempunyai konsep tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, kejituan seorang pengurus diterapkan ketika mencari solusi dalam menghadapi tantangan dan jitu dalam menerapkan dalam menjalankan kepengurusan.

“Jika dulu jihad adalah untuk melawan penjajah, di saat ini arti jihad dilakukan untuk menumpas dua musuh besar masyarakat yaitu kemiskinan dan kebodohan. Dua hal tersebut wajib hukumnya untuk diselesaikan,” imbuhnya.

Tak jauh berbeda dengan Kiai Sakirin, bendahara Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah (UPZIS), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cilacap Utara, Hermanto. Baginya, generasi milenial wajib nekad guna memulai suatu hal.

“Generasi milenial tidak patut jika menjadi safety player. Dengan adanya tekad yang kuat, terobosan, inovasi dan hasil yang baru akan bermunculan,” kata Hermanto.

Generasi milenial, imbuhnya, perlu mengikuti perkembangan agar tidak tergilas zaman. “Tak terkecuali dengan Ranting NU,” jelasnya singkat.

“Termasuk program koin yang ada di tingkatan ranting mulai memikirkan science, economy, dan digitalisasi. Pengurus NU yang muda perlu disyukuri dengan melakukan gerakan yang terarah dan tertata. Ini karena di tahun 2022 terdapat tantangan yang lebih komplek serta perlu adanya perubahan,” imbuhnya.

Dirinya berpesan agar semua Banom NU menyusun rancangan program yang berkolaborasi dengan koin NU. Program yang dimaksud berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, kelebagaan serta kemandirian ekonomi.

“Generasi milenial NU harus dapat menjadi pemain bukan hanya penonton, menjadi kontributor dalam perekonomian dan menjadi produsen informasi yang dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin,” pungkasnya.[Source: pcnucilacap.com/ ed. 051]