Khutbah Jum’at: Meneladani Persahabatan Rasulallah saw dengan Non-Muslim

0
1266
meneladani persahabatan rasulallah dengan non muslim
Iklan

Oleh: Abdullah Faiz (Alumni Pondok Pesantren Salaf Apik Kaliwungu)

nujateng.com Naskah khotbah Jum’at minggu ini mengajak kepada seluruh umat muslim untuk kembali meneladani Rasulallah saw sebagai nabi yang menjunjung tinggi persahabtan dan interaksi dengan orang yang berbeda agama dan keyakinan. Prihal ini sangat penting sekali untuk menjaga perdamaian dan kerukunan antar umat beragama. Islam sebagai agama rahmatan lil’alamain sudah semestinya menjadi kemaslahatan untuk seluruh umat manusia, menebarkan rahmat tidak terbatas untuk orang muslim saja melainkan pemeluk agama lain. Dalam hal ini Rasulallah saw sudah melakukan persahabtan dengan non-muslim yang luar biasa dengan bekal akhlak yang mulia.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْاِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْعَظِيْمِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كُنِّيَ بِأَبِي الْقَاسِمِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.

 اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ .

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Melalui mimbar khutbah ini, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah swt dengan mensyukuri segala nikmat yang sudah diberikan kepada kita semua terutama nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, kepada keluarganya, para sahabatnya dan juga kepada kita semua selaku umatnya yang kelak akan mendapatkan syafa’atnya di hari akhir.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Di hari Jum’at yang cerah ini marilah tingkatkan kualitas takwa kita kepada Allah swt dengan menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi larangan-laranganya. Salah satu perintah Allah swt adalah berbuat baik kepada sesama manusia dan menghindari perpecahan, Penyebab perpecahan adalah mengolok-olok orang lain dan menjatuhkanya dalam permusuhan.

Allah swt menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia diciptakan di bumi ini dengan semangat kesetaraan. Tidak ada perbedaan sedikitpun diantara manusia di hadapan-Nya kecuali kualitas ketakwa’an. Oleh sebab itu kehidupan manusia di alam fana’ ini hanyalah untuk berlomba-lomba membangun semangat bersama untuk meraih gelar sebagai hamba-Nya yang ta’at.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Melalui semangat kesetaraan di atas, kita sebagai manusia harus bekerja sama saling menghormati dan menjaga persahabatan untuk mengindari perpecahan. Allah swt menganjurkan kepada kita untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada siapa saja yang tidak memerangi kita. Anjuran tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Mumtahanah: Ayat 8.

. لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ 

Artinya: Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: Ayat 8)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Sebuah keberuntungan bagi kita semua karena ditakdirkan menjadi orang yang beragama Islam. Karena Islam adalah agama yang memiliki misi rahmatan lil’alamin artinya Islam adalah agama yang tidak hanya memberikan kemaslahatan terhadap kaum muslim saja melainkan untuk seluruh pemeluk agama lain. Dalam berbagai riwayat hadist Rasulallah saw tidak pernah menjadikan perbedaan agama sebagai alasan untuk membenci orang lain. Justru Rasullah saw menjadi sosok yang dipuji oleh kawan dan lawan.

Sementara kisah lainya menerangkan Rasulallah saw tidak pernah berdakwah dengan kekerasan. Dia tidak berdakwah dengan memaki orang yang berbeda pendapat dan keyakinan dengannya. Apalagi dia berdakwah dengan memerangi agama lain dengan alasan dasar perbedaan agama. Melainkan Rasulallah saw berdakwah dengan menjalin persahabatan dengan orang-orang non muslim. Alangkah luar biasanya akhlak Rasulallah saw dalam berdakwah, sehingga kita tidak heran apabila banyak orang berbondong-bondong untuk bergabung memeluk Islam bersama Rasulallah saw pada waktu itu.

Rasulallah saw pernah menegaskan dalam hadist.

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَن

Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam beliau bersabda : “Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Melaui hadist di atas Rasulallah saw mengajarkan akhlak yang mulia kepada kita bahwa berdakwah tidak perlu dengan memusuhi yang berbeda pendapat dan keyakinan, melainkan kita diarahkan untuk berinteraksi dengan mereka dan menjalin persahabatan. Dalam teks hadist diatas Rasulallah menggunakan kata manusia (al-Nas) ini artinya bersifat umum. Rasulallah saw tidak membatasi untuk berinteraksi dengan orang muslim saja melainkan dengan orang non-muslim juga. Oleh sebab itu redaksi hadist yang digunakan tidak menggunakan “Kholiq al-Muslimin”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Kemuliaan Rasulullah saw dalam berdakwah juga tidak hanya menyuruh untuk berbuat baik terhadap siapapun termasuk non-muslim, melainkan Rasulallah saw juga memberi jaminan kepada non-muslim. Dalam sebuah kesempatan Rasulallah saw memperingatkan umat muslim agar tidak menyakiti dan membunuh non-muslim.

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

Artinya; diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Rasulallah saw bersabda: “Siapa yang membunuh (kafir) mu’ahad (terikat perjanjian damai) maka dia tidak akan dapat mencium wangi surge. Padahal harumnya dapat tercium dari jarak pejalanan empat puluh tahun.”

Dalam redaksi hadist tersebut Rasulallah saw menjamin hak hidup non-muslim dalam kehidupan, beliau menyetarakan hak untuk hidup antara muslim dan non-muslim. Setiap orang yang beragama dan berkeyakinan apapun berhak untuk hidup dan tidak boleh disakiti dengan alasan perbedaan agama dan keyakinan. Mereka tetap diberi perlindungan hukum selama tidak melanggar aturan dan tidak memerangi orang lain. Rasulallah saw mengingatkan orang yang membunuh non-muslim yang tidak memerangi umat Islam tidak akan mencium wanginya surga.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Dengan demikian, melalui mimbar khotbah ini marilah kita berbuat baik kepada saudara kita seiman dan saudara-saudara dalam kemanusia’an. Perbedaan agama bukan alasan untuk tidak berbuat baik. Sebagai umat Nabi Muhammad kita harus meneladani apa yang sudah beliau lakukan. Kisah hubungan baik antara Nabi Muhammad saw dan non-muslim adalah pedoman yang besar dan berharga untuk penghormatan Rasulallah saw terhadap manusia tanpa membedakan agama dan keyakinanya.

. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْن

Khutbah II
 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

 أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

 عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ