Semarakkan Hari Santri, PCNU Kabupaten Sleman Gelar Seminar Diaspora Santri

0
743

Sleman, nujateng.com Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman mengadakan seminar bertajuk Diaspora Santri. Seminar ini digelar untuk  menyemarakkan Hari Santri 2021 dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada para santri agar ikut berkiprah dalam membangun peradaban, Selasa (12/10/2021).

Acara yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri dari oleh santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Sleman dan daerah lainnya. Pada kesempatan tersebut menghadirkan para pakar dibidangnya masing-masing yang notabene berasal dari kalangan santri. Di antaranya adalah Hairus Salim HS (Esais, Budayawan), Noor Cholis Idham (Guru Besar Arsitektur UII), Ika Dewi Ana (Dokter Gigi, Perekayasa Jaringan), Ataka Awalur Rizqi (Peneliti Robot, Dosen UGM). Dan dipandu oleh Peneliiti PPKK Fisipol UGM, Ashilly Achidsti.

Ketua RMI NU Kabupaten Sleman sekaligus ketua panitia hari santri 2021, Muhammad Asyrofuddin, berharap acara ini mampu memberikan motivasi kepada santri untuk lebih semangat di dalam belajar dan berkiprah untuk kemajuan bangsa.

 Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Sleman, K.H. M. Syakir Ali, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dan mendorong agar santri untuk terus belajar dan mengembangkan potensinya sesuai dengan keahliannya dibidang yang ditekuni.

“Pendidikan islam di pesantren itu harus kaffah. Jadi pesantren tidak hanya belajar di asrama dan tafaqquh fuddin saja, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan dakwah. Pesantren harus terus berkembang menjadi tempat pendidikan ideal bagi masyarakat Indonesia khususnya untuk warga nahdliyin,”ujarnya..

Guru besar arsitektur, Prof. Noor Cholis Idham menceritakan pengalamannya saat belajar tentang arsitektur dan telah mendesain arsitek beberapa masjid yang sudah terealisasi.

“Dunia arsitektur menjadi peluang yang sangat luas bagi santri,”jelasnya.

Sementara itu, Dokter Gigi dan perekayasa jaringan, Ika Dewi Ana menyatakan bahwa para santri sangat beruntung karena diajarkan oleh Kiai yang sanad keilmuannya jelas. Ia menceritakan pengalamannya tentang rekayasa jaringan yang terjadi di alam raya dan memberikan beberapa contoh riset yang memberikan kemungkinan-kemungkinan pengembangan rekayasa yang hasilnya akan banyak memberikan kebermanfaatan kepada kehidupan manusia.

“Karena menuntut ilmu tujuannya untuk mencari keberkahan dan untuk membantu dan berkontribusi untuk kemanusiaan,”jelasnya.

Seorang esais nasional, Hairus Salim menjelaskan bahwa awal karirnya dimulai sejak kecil yang cinta membaca dan menulis yang dikenalkan oleh orang tua dan keluarga terdekatnya.

“Saya ingin menjadi istiqamah dalam dunia penulisan dan perbukuan. Saya harus menekuni dalam satu hal yang menjadi passion saya. Betapapun susahnya mencari penulis dan ini memnjadi peluang besar bagi para santri,”tuturanya. (003)