Kemenag dan UIN Raden Mas Said Surakarta Launching Buku Saku Halal

0
13435

Surakarta, nujateng.com – Pusat Pengkajian Masyarakat dan Pendidikan Islam Nusantara (PPM-PIN) bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI menggelar acara Soft Launching dan Diskusi Publik Buku Saku Halal, secara online melalui Zoom Meeting, Selasa (07/9/2021).

Acara tersebut menghadirkan para pakar dan pemangku kebijakan dalam tema, antara lain Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag, M.Pd,  Plt. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kemenag RI, Dr. H. Mastuki, M.Ag.,  Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal  BPJPH Kemenag RI, Dr. H. A. Umar, M.A., Sekertaris Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI, M. Arfi Hatim, M.Ag dan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan UIN Raden Mas Said Surakarta, Drs. H. M. Lufti Hamid, M.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pusat Pengkajian Masyarakat dan Pendidikan Islam Nusantara (PPM PIN) UIN Raden Mas Said Surakarta, Abd. Halim, mengatatkan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari literasi halal yang sudah dilakukan sejak waktu lalu.

“Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan beberapa program, seperti lomba Tiktok Halal, Twibbon Halal, dan Poster Peraga Halal serta beberapa sosialisasi lainnya,”ujarnya.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir menyampaikan bahwa  halal menjadi pembahasan yang menarik dan seksi. Hal ini bisa menjawab tantangan atau ancaman terkait mikroba, perang nuklir, dan masalah lingkungan.

“Ini menarik Karen abisa menjawab tantangan dan ancaman terkait mikroba, nuklir dan masalah lingkungan,”paparnya dalam memberikan sambutan.

Sementara itu, Plt. BPJPH-Kemenag RI, Dr. H. Mastuki, menyinggung terkait trend dan potensi industi halal di Indonesia. Menurutnya, halal sudah masuk dalam pembahasan di lingkup dunia dan menjadi konsentrasi dibeberapa PTKI di Indonesia. Maka, pengembangan produk halal harus memanfaatkan 10 area strategi partnership seperti BPJPH, Ormas keagamaan, PTKI, dan stakeholder lainnya.  

“Konsep halal meliputi tiga hal yang jika digabungkan halalan thayyiban mubarokan mencakup healthy, safety, dan blessing,” katanya.

Pada acara inti  pemateri pertama Sekertaris Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI, M. Arfi Hatim, M.Ag  menyampaikan terkait ketentuan regulasi halal dalam Jaminan Produk Halal di Indonesia.

“Adanya buku saku halal dapat memperkaya literasi dan dapat memberikan manfaaat terhadap kehidupan masyarakat khususnya bagi siapa yang bakal melakukan usaha-usaha. Dengan ini, maka penting kiranya kita harus melihat dan memperdalam buku saku halal ini. Di dalamnya sudah ada regulasi sebagai implementasi amanat undang-undang seperti UU No. 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal dan UU No 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja,”tandasnya.

Sementara itu Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan UIN Raden Mas Said Surakarta,  H. M. Lufti Hamid menyampaikan terkait negara dalam jaminan produk halal. Ia mengatakan bahwa halal bukan hanya dari saintifik, tetapi dalam kebijakan keadilan, kemaslahatan dan kepastian hukum yang perlu dikaji untuk memberikan kritik dan analisis. Halal ini bukan program komodifikasi agama, tetapi halal ini untuk program edukasi agama agar adanya kesadaran. Maka peran penyuluh dan PTKI harus didukung sepenuhnya karena targetnya lifestyle.(Abdus Salam/003)