Gelar Diskusi Daring, FEBI IAIN Surakarta Hadirkan Prof. Muhamad

0
990

Surakarta, nujateng.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Surakarta menggelar diskusi rutin untuk para tenaga pendidik dan dosen  di lingkungan fakultas. Pada kesempatan diskusi kali ini, panitia mendatangkan salah satu penulis produktif dalam bidang ekonomi dan bisnis islam, Prof. Dr. Muhammad, M.Ag, CIRBC sebagai narasumber utama. Diskusi digelar menggunakan metode daring dengan menggunakan Zoom Meeting, Senin (19/4/2021).

Dekan FEBI IAIN Surakarta, Dr. Ivan Rahmawan, dalam sambutanya mengatakan bahwa, diskusi yang dilakukan ini merupakan diskusi dosen yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Agenda ini menjadi sunah di lingkungan kampus, terutama FEBI IAIN Surakarta.

“Ini perdana di tahun 2021 dilakukan diskusi dosen, kegiatan ini sudah berlangsung bertahun-tahun yang lalu dan menjadi sunah fakultas yang akan terus kita uri-uri,”ujarnya dalam sambutannya.

Ditambahkan Ivan, diskusi kali ini akan mengangkat tema kiat-kiat menulis buku ekonomi islam untuk rekan dosen dan tenaga pendidik. Menurutnya, tema yang diangkat kali ini sangat  penting karena tahun  ini fakultas memiliki anggaran besar sekali untuk menerbitkan buku. Dimana tahun 2020 hanya dianggarkan 20 judul buku, dan di  tahun ini ada 30 judul buku.

“Ini merupakan tantangan buat kita karena harus tereksekusi dengan baik. Karena kalau dalam konteks kelembagaan itu kalau penyerapannya rendah berarti tidak ada aktifitas kegiatannya. Maka kami memohon agar 30 judul ini nanti terselesaikan dengan baik,” harapnya kepada para peserta.

Dalam projek penulisan buku ini, FEBI bekerjasama dengan kantor jurnal untuk teknis penulisan buku dan sebentar lagi akan melaunching tentang ketentuan buku daros ekonomi islam. Ivan berharap nantinya semua bisa berpartisipasi terutama di tiga program studi yang ada di FEBI.

Sementara itu, Prof. Muhammad, sebagai narasumber utama dalam diskusi membuka dengan bercerita tentang cerita Kiai dari Rembang, yaitu Kiai Bisri Musfofa. Dalam ceritanya, Kiai Bisri ditanya oleh seorang kiai lain, kenapa dirinya punya tulisan banyak. Jawaban Kiai Bisri, seperti dijelaskan Prof. Muhammad, yaitu Kiai Bisri menjawab jika dirinya menipu seten.

“Kiai yang lain tanya kepada Kiai Bisri, kenapa engkau punya tulisan banyak. Kiai bisri menjawab, ya saya itu menipu setan,”cerita Prof Muhammad mengawali diskusi.

Lebih lanjut, penulis buku-buku ekonomi islam ini menjelaskan, bagaimana caranya selama ini kita berupaya ikhlas. Menurutnya orang yang ikhlas itu godaannya besar. Tetapi bisa diturunkan, akhirnya dibuatlah  3 penyemangat agar bisa terus menulis. Penyemangat pertama yaitu point, point ini terlepas nanti dinilai berapa yang penting kita sudah punya karya.

“Meski saya menulis banyak buku, tapi saya tidak punya arsip, yang disini ini adalah buku orang lain, karena saya sering beli buku dulunya,”tuturnya.

Menurut Prof. Muhammad, jika dirinya sudah membaca satu buku, itu harus melahirkan satu judul buku. Sehingga kalau sudah menuliskan buku akan tercover untuk membeli buku, maka akan lahir yang disebut  koin.
“Point meningkat koinnya juga meningkat, koin di sini yaitu  uang. Selain itu  pamor dosen dan lembaga juga meningkat,”tandasnya. (Abdus Salam/003)