Pentingnya Penyembuhan Sufi di Masa Pandemi

0
798
Para peserta dan pemateri melakukan foto bersama diakhir acara. foto dokumentasi.

Sukoharjo, nujateng.com- Akademisi Program Studi Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuludin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan dialog interaktif dengan tema “Peran Pengobatan dengan Metode Sufi untuk Mencapai Kesehatan Pasca Pandemi Covid 19” yang dilaksanakan di Ponpes Darul Afkar, Tegalrejo, Ceper, Klaten, Minggu (28/3/2021).

Dalam sambutannya Wakil Rektor 3, Dr. Syamsul Bakri, mengatakan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini adalah program lanjutan yang sebelumnya pernah dilakukan pihak kampus dengan Ponpes Darul Afkar.

“Ini adalah media kegiatan yang dilakukan kampus kepada masyarakat, kegiatan semacam ini banyak memberikan manfaat kepada kampus atau kepada masyarakat, yang mana ada hubungan mutualistic, sama-sama menguntungkan kedua pihak.”jelasnya.

Ditambahkan Dr. Syamsul, pengabdian kepada masyarakat  kali ini menjadi ajang pertemuan antara praktisi dengan ilmuwan terkait sufi healing. Seperti yang sudah diketahui bahwa para santri di Pondok Pesantren Darul Afkar ini merupakan praktisi sufi healing, khususnya adalah tasawuf reiki dan hipnoterapi.

“Pertemuan ini adalah ajang pemahaman terkait pengetahuan dan argumentasi tentang sufi healing yang bisa semakin menguat di dalam diri para praktisi sufi healing,”harapnya.

Sementara itu, Ahmad Syaifudin, sebagai pemateri menjelaskan pentingnya penyembuhan atau pengobatan pada masa pendemi covid 19 dengan metode sufi. Salah satu cara yang digunakan untuk melakukan penyembuhan tersebut yaitu dengan berperasangka baik dan menekankan supaya tidak timbul kecemasan.

“Misal kita berperasangka baik  itu bisa meningkatkan kekebalan tubuh, selain itu dengan meditasi itu bisa mengurangi ketegangan yang ada pada tubuh,”ujarnya kepada para peserta.

Mamluatur Rahmah, sebagai pemateri kedua menjelaskan tentang pentingnya berdamai dengan diri sendiri untuk menghadapi masa pandemi yang masih terus berlangsung. Menurutnya, damai dengan diri sendiri dan menjaga kondisi akan meningkatkan ketenangan jiwa, sehingga individu tidak rentan terkena gangguan mental.

“Kebimbangan merupakan salah satu sumber munculnya penyakit, karena kebimbangan memunculkan prasangka buruk dan tidak terkendalinya emosi negatif. Tidak terkendalinya emosi negatif inilah yang akan mengganggu kinerja organ tubuh,”tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pikiran dan tubuh saling itu saling mempengaruhi. Setiap kondisi pikiran akan memunculkan efek fisiologis dan biologis dalam diri manusia, termasuk mempengaruhi kinerja-kinerja hormonal. Sehingga, apabila pikiran manusia negatif, maka akan berdampak munculnya hormon-hormon yang menyebabkan penyakit. Sedangkan, apabila pikiran manusia positif, maka akan berpengaruh dalam menghasilkan hormon-hormon yang menyebabkan kesehatan tercapai. [Abdus Salam/003]