Jika Ada Musibah NU Harus Peduli

0
7747
menggelar workshop pendataan, penanganan, dan pemulihan musibah yang dilaksanakan di kantor PWNU Jl Dr Cipto 180 Semarang,. Foto: Dokumentasi

Semarang, nujateng.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar workshop pendataan, penanganan, dan pemulihan musibah yang dilaksanakan di kantor PWNU Jl Dr Cipto 180 Semarang, Minggu (29/11/2020). Acara Workshop diikuti tim NU Peduli PWNU dan PCNU se-Jateng.

Ketua Pengarah Tim NU Peduli PWNU Jateng, KH Mandzur Labib menyampaikan standar operasional prosedur manajemen penanggulangan musibah yang perlu dilakukan.

“Kita tidak mengharapkan adanya musibah, namun jika terjadi maka NU harus peduli segera memberikan pertolongan kepada penyandang musibah,” ujarnya.

Menurut mantan Ketua RMI PWNU Jateng, semua banom dan Lembaga harus sinergis dalam NU Peduli yang sudah ditetapkan oleh pengurus NU sesuai dengan tingkatannya.

Sementara itu, Ketua Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil, mengatakan dalam Jam’iyyah NU sudah ada rambu-rambunya yang sudah dimusyawarahkan para kasepuhan, yaitu muqaddimah qanun asasi, mabadi khoiru ummah, khitah nahdliyah dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

“Sebagai orang yang diamati menjadi pengurus, kita jangan sampai melanggar rambu-rambu yang sudah ditetapkan. Sebagai pengurus atau anggota, kita tinggal membaca, memahami dan menjalankan sesuai kemampuan,” tegasnya.

Meskipun dalam perjuangan di NU dilakukan sesuai kemampuan, namun bukan berarti bisa semaunya, melainkan harus dilakukan dengan tata kelola manajemen yang baik. “Pemimpin dalam Jam’iyyah NU adalah para ulama khususnya mustasyar dan Syuriyah. Kita sebagai pengurus Tanfidziah, Banom atau Lembaga, tinggal menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan oleh para pimpinan,” ujarnya.

Pada kegiatan workshop tersebut hadir sebagai pembicara antara lain Ketua LPBINU PWNU Jateng Hj Winarti dan Ketua Lazisnu PWNU Jateng H Muhammad Mahsun. (Atsnal Lathif/003)