Rois Syuriah PWNU Jateng: Pertanian Harus Jadi Prioritas

0
3849

Semarang, nujateng.com – Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh dalam kesempatan Halaqoh dan Ngopi Bareng Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) se-Jateng menyampaikan pesan agar pertanian menjadi prioritas kebijakan pengurus NU.

“Kami dipesan kasepuhan agar memperhatikan pertanian, karena hasil pertanian merupakan makanan pokok masyarakat,” tegasnya.

Artinya jika nutrisi yang dibutuhkan masyarakat tidak tercukupi, maka daya tahan tubuh akan menurun.

“Tentunya yang lebih mengerti tentang pertanian adalah para petani, sehingga keberadaan petani perlu mendapat advokasi yang baik dari LPPNU,” tambahnya di acara Halaqoh dan Ngopi Bareng LPPNU di Limpung Batang, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya Kyai Ubed, Insya Allah, ilmu pertanian, termasuk ilmu yuntafa’u bih, ilmu yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

Dalam acara pembukaan, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil mengatakan, kalau dikalkulasi secara matematis, biaya pengeluaran untuk pertanian seperti mengolah tanah, pengadaan bibit, pupuk, perawatan, dan hasil pertaniannya, tentu tidak sebanding karena fluktuatif hasilnya.

“Kadang berhasil baik, kadang tidak. Namun Alhamdulillah, kehidupan para petani dan buruh tani menjadi lebih barokah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan jumlah petani di Jateng sebanyak 2,8 juta jiwa. Dan tentunya ini tidak bermaksud apa-apa, sebagian besar diantara mereka adalah warga Nahdliyin.

Ia mengharapkan agar pengurus LPPNU Jateng memberikan alternatif solusi agar produktivitas kerja petani bertambah jumlah dan kualitasnya yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua PLPPNU PWNU Jateng, KH Suroso Abdurrozaq menyampaikan, bagaimana kita mendorong petani yang Aswaja, mampu bertani sesuai ajaran Aswaja. Misalnya dahulu, para petani sebelum menanam tanaman,  berwudhu terlebih dahulu. Kemudian mengadakan acara selamatan, sehingga hasilnya barokah, menghasilkan kebaikan-kebaikan.

“Sebagai warga NU, kita harus bisa menindaklanjuti dawuh-dawuh para Kyai,” ujarnya. (Ibnu Abi Atsnal/003)