Pemprov Dorong Pendidikan Inklusif Berlaku di Seluruh Sekolah di Jateng

0
1126
kredit foto: Humas Pemprov Jateng

Semarang-nujateng.com, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan, Pemprov Jateng terus mendorong seluruh sekolah di Jateng menjadi sekolah inklusif. Karena, pendidikan layak memang harus diberikan kepada semua anak, tanpa membedakan persoalan fisik.

Menurut Taj Yasin, agar pelajaran lebih mudah dipahami oleh anak yang berbeda, kata dia, cara mengajarnya pun harus disesuaikan dengan kondisinya. Misalnya, untuk anak tuna rungu dan wicara, maka perlu guru bantu yang bisa menerjemahkan ke bahasa isyarat. Untuk anak tuna netra, maka harus ada guru yang paham dengan huruf braille.

“Kita juga mendelegasikan para santri atau calon pengajar di setiap madrasah, atau pendidikan berbasis agama untuk belajar bahasa isyarat. Begitu juga untuk anak tuna netra, maka lembaga pendidikan perlu mendelegasikan guru untuk belajar braille,” katanya.

Selain SDM, imbuh Taj Yasin, sarana prasarana dan infrastruktur di sekolah juga perlu diperhatikan agar ramah difabel. Seperti saat mengakses sekolah, dipastikan disediakan jalur disabilitas sehingga mereka tidak kesulitan.

Taj Yasin juga mengapresiasi program kerjasama UNICEF Dan LP Maarif PW NU Jateng yang mengembangkan madrasah inklusif selama kurang lebih 2,5 tahun di Kabupaten Brebes, Banyumas dan Semarang sejak 2017 lalu.

“Pemprov Jateng sendiri saat ini sedang gencar menyelenggarakan pendidikan inklusif di semua daerah di Jateng. Banyak yang harus disiapkan untuk menuju sekolah inklusi, di antaranya menyediakan guru pendamping bagi siswa berkebutuhan khusus juga sarana dan prasarana. Butuh formula kebijakan yang benar-benar matang,” ujarnya.

Dalam acara Temu Akhir Program Pendidikan Inklusif Kemitraan UNICEF-LPP Maarif PW NU Jateng secara daring, Rabu (11/11/2020) Taj Yasin menegaskan, dalam Islam sebenarnya sudah diperintahkan untuk memberikan pendidikan yang sama bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan atau disabilitas. (011)