Islam Nusantara yang Dimengerti

0
1363

Oleh Muhamad Nasrudin

Dosen Fakultas Syariah IAIN Metro

Alhamdulillah semalam berkesempatan belajar bersama kader-kader muda PMII Komisariat Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Metro dalam forum MAPABA. Kita belajar bersama tentang genealogi Islam di Indonesia, tepatnya Islam Nusantara.

Islam Nusantara berasal dari dua kata, Islam dan Nusantara. Islam adalah agama yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan demi mencapai kemaslahatan dan rahmat bagi alam semesta. Islam dalam konteks ini tidak dipahami dalam kerangka doktriner semata, melainkan lebih kepada peran Islam sebagai instrumen penting untuk menggapai rahmat.

Ini tidak berlebihan, karena bahkan eksistensi alam semesta ini ya karena Nur Nabi Muhammad saw. Dalam hadis qudsi, Allah berfirman, “Lawlaka lawlaka ya Muhammad, lama khalaqtu al-aflak”, Kalau sekiranya bukan karena engkau, kalau bukan karena engkau duhai Muhammad, sekali-kali Aku tak akan menciptakan cakrawala semesta. Maka sudah tanggung jawab Islam untuk menjaga alam semesta

Nusantara ini adalah sebutan geografis. Ada banyak konsepsi yang bisa dirujuk untuk merumuskannya, misalnya konsepsi Kemaharajaan Majapahit. Majapahit membagi wilayah negara ke dalam: nagarigung, mancanegara, dan nuswantara.

Nagarigung adalah ibu kota negara (Trowulan). Mancanegara adalah negara-vassal tetangga. Sedangkan Nusantara adalah wilayah kepulauan yang diapit benua Asia dan Australia, Samudera Hindia dan Pasifik yang berada dalam kekuasaan Majapahit.

Mengacu pada konsepsi ini dan visi maritim, Nusantara adalah wilayah laut yang diapit oleh Asia dan Australia, Samudera Hindia dan Pasifik. Di dalam area laut ini bertabur puluhan ribu pulau dan semenanjung. Dalam konsepsi ini, Nusantara melampaui batas administrasi negara-bangsa modern Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Timor Leste, dan Filipina.

Dari dua konsepsi ini, kemudian digabungkan dengan huruf fi(di) sehingga Islam (di) Nusantara bisa didefinisikan sebagai sebuah Corak keberagamaan Islam yang dianut dan dipeluk oleh masyarakat yang tinggal di kawasan Nusantara dengan segala karakter uniknya. Dalam bahasa Prof. KH Said Aqil Siraj, Islam Nusantara adalah khasaais Islam.

Konsepsi Islam Nusantara ini tidak lepas dari arus studi islam kontemporer yang memilah kajian terhadap Islam secara normatif-doktriner dan sosiologis-historis. Terminologi Islam Nusantara lebih dominan berada dalam domain studi Islam sosiologis-historis alih-alih normatif-doktriner.

Secara lebih spesifik, terminologi Islam Nusantara berada dalam domain studi Islam kawasan. Dalam konsepsi ini Islam dihidupi oleh manusia-manusia yang hidup di berbagai wilayah yang berbeda. Masing-masing wilayah memiliki tantangan hidup, nilai-nilai, etika, dan problem sosial-kultural yang berbeda. Hal ini tentu saja berimbas kepada corak keberagamaan yang pasti akan berbeda di berbagai wilayahnya.

Lalu apa saja corak dan karakter Islam Nusantara? Tunggu tulisan lanjutannya.