Tanamkan Nilai Aswaja, PCNU Pekalongan Rilis Buku ‘Jejak Dakwah Ulama Nusantara’

0
406
Tanamkan Nilai Aswaja, PCNU Pekalongan Rilis Buku ‘Jejak Dakwah Ulama Nusantara’
Tanamkan Nilai Aswaja, PCNU Pekalongan Rilis Buku ‘Jejak Dakwah Ulama Nusantara’

Kota Pekalongan, nujateng.com – Untuk tetap menanamkan nilai-nilai ke-Aswajaan khususnya di Kota Pekalongan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Pekalongan merilis buku yang berjudul ‘Jejak Dakwah Ulama Nusantara’ pada Rabu (9/9/2020).

Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan, Muhtarom dalam acara bedah buku ‘Jejak Dakwah Ulama Nusantara’. Menurut Muhtarom, peluncuran buku tersebut bertujuan untuk menapaki kiprah dan jejak para ulama terdahulu serta sebagai upaya menanamkan nilai-nilai aswaja khususnya di Kota Pekalongan.

“Buku ini adalah seri pertama. Di dalamnya berisi 16 tokoh yang dikisahkan dan sudah siap cetak. Di Pekalongan terdapat banyak para ulama, habaib, kiai untuk ditulis perjalanan hidupnya yang dapat digunakan bahan belajar generasi muda supaya tidak ‘kepaten obor’ (kehilangan jejak),” tuturnya.

Dalam buku tersebut memiliki isi berupa profil para ulama, kiai, habib yang turut menyebarkan agama islam dan Ahlussunnah wal Jamaah yang ada di Kota Pekalongan.

“Isi dari buku yang ada pada buku tersebut tidak dimaksudkan untuk mengkultuskan para tokoh, tapi dengan maksud agar dapat dijadikan teladan para generasi muda NU,” tambahnya.

Muhtarom menerangkan, ditulisnya buku tersebut merupakan upaya untuk melaksanakan dawuh dari Habib Luthfi bin Yahya pada saat awal kepengurusan di PCNU Pekalongan. Dirinya mengaku bersyukur, karena perintah tersebut dapat terlaksana walaupun banyak keterbatasan seperti keterbatasan data yang dapat dikumpulkan guna menyusun buku tersebut.

Rais Syuriah PCNU Kota Pekalongan, Kiai Zakaria Ansor menerangkan, Kota Pekalongan adalah Kota yang menjadi persinggahan serta kunjungan para habaib dan para ulama, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Selain itu, tidak sedikit beliau-beliau yang menetap di Pekalongan dan sekitarnya guna mendakwahkan agama Islam.

“Kita itu termasuk dalam kelompok yang beruntung. Berkat jasa para ulama, yang ada, singgah serta ada yang menetap di Pekalongan memiliki efek keharmonisan hubungan para ulama, kiai, serta habaib,” jelasnya di hadapan para peserta bedah buku (9/9) sebagaimana yang dimuat di NU online.

Kepada para hadirin pada acara bedah buku ‘Jejak Dakwah Ulama Nusantara’ yang diadakan oleh Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Pekalongan supaya, buku yang baru diterbitkan dapat menjadi pemupuk semangat berkhidmah di NU.

Sebab, menurutnya, banyak teladan yang dapat dipetik dari para kiai dan habaib yang tertulis di dalam buku buah hasil dari PCNU Kota Pekalongan. “Banyak sekali yang harus ditiru dalam melaksanakan amanat sebagai pengurus NU,” jelasnya.

Menurut Ketua PC Lakpersdam NU Kota Pekalongan Abdul Adhim, terdapat puluhan tokoh kiai, habib serta ulama di Kota Pekalongan yang dapat ditulis. Namun, menurutnya, dikarenakan harus menelisik jejaknya dahulu kepada ahli waris yang masih ada,  maka baru tertulis 16 tokoh yang termuat dalam buku tersebut.

“Ini adalah tahap pertama dan kami masih terus menelisik fakta sejarah para kiai, ulama, dan habib di Pekalongan dengan menggandeng mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan,” tuturnya.

Baginya, bedah buku yang diselenggarakan di Gedung Aswaja tersebut merupakan ajang untuk melakukan uji kesahihan dari buku ‘Jejak Dakwah Ulama Nusantara’ oleh para ahli sejarah, kebahasaan, dengan harapan dapat membuahkan buku yang sesuai standar.

Salah satu sejarawan Kota Pekalongan, Dirhamsyah mengapresiasi atas upaya yang dilakukan oleh PCNU Kota Pekalongan yan berhasil menerbitkan buku soal para ulama, habaib, dan kiai yang ada di Kota Pekalongan.

“Kita harus mengakui, bahwa melakukan upaya yang dilakukan oleh PCNU Kota Pekalongan bukanlah hal mudah untuk dilaksanakan. Namun, keberanian PCNU Kota Pekalongan ini perlu kita apresiasi bersama,” tutupnya. [SRC: NU Online/Ed: 011]