Spirit Lokal Sebagai Gairah Baru IPNU IPPNU Batang

0
327
SPIRIT LOKAL SEBAGAI GARIAH BARU IPNU IPPNU BATANG
Foto : Sarifudin Ketua PC IPNU Kabupaten Batang Masa Khidmat 2020 - 2022 (kiri) Maulinatus Solikhah Ketua PC IPPNU Kabupaten Batang 2020 - 2022 (Kanan)

Batang, nujateng.com– Dalam berproses dan berkhidmad dalam gerbang Nahdlatul Ulama’ ini, harus dirancang, dikembangkan, dan dikelola secara kritis dinamis untuk menciptakan suasana dan proses yang relevan yang sesui dengan perkembangan zaman.

Hal tersebut, di sampaikan oleh Saripudin ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Batang, usai dirinya dilantik, pada sabtu malam (29/08), di Aula Kantor Kabupaten Batang.

“Nantinya sebagai Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU mampu memilah dan memilih, mana spesifikasi keahlian anggota maupun kader dan mana yang lebih dibutuhkan masyarakat, jangan sampai mempelajari sesuatu dan memberikan sesuatu yang nantinya justru menimbulkan kesulitan”, tegas Syarif.

Kualitas keilmuan yang mumpuni juga menjadi poin penting, sehingga dibentuklah lembaga yang sesuai dengan skill yang dimiliki anggotanya, seperti salah satu lembaga yang sangat luar biasa yaitu Jurnalistik.

“kawan-kawan jurnalistik yang langsung tanggap dalam melaksanakan tugas juga salah satu dakwah media sosial dengan begitu apik dan luar biasa”, Ungkapnya.

Lanjutnya, Saripudin menjelaskan makna dari tagline Natas Nitis Netes yang berada di logo Media Pelajar NU Batang yang di ambil dari pepatah Jawa yang memiliki makna kata yang luas.

“Natas yang berarti mbabat atau Inovasi, Nitis yang berarti merawat atau istiqomah dalam menjalankan tradisi Ahlussunah Wal Jama’ah”, terang Syarif.

Sedangkan Netes berarti melahirkan, melahirkan generasi baru dan hal-hal baru untuk generasi selanjutnya, yang sebagaimana citra diri IPNU IPPNU sendiri sebagai organisasi kaderisasi yang harus bisa melahirkan kader-kader yang memiliki cakrawala berfikir dan keilmuan yang luas.

“Begitupun makna pelajar NU Batang, dimana lambang NU menggambarkan daun jati, dimana pohon jati adalah pohon yang tumbuh subur di Batang, yang Juga melambangkan kekukuhan, karena bisa tumbuh di tanah yang tandus sekalipun’’, tambah Syarif.

Pada akhirnya, perjalanan yang berliku dan berbagai kesulitan serta kendala harus bisa dikonstruksikan rekan rekanita menjadi semangat dalam berproses dan tidak ada alasan untuk mundur.

‘’Hal ini sebagai bentuk wujud khidmad kita menjadi pengurus di IPNU maupun IPPNU Batang’’, pungkas Syarif.

Dalam kesempatan yang sama Maulinatus Solikhah yang sebagai ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Batang, mengatakan, prinsip IPNU IPPNU tak akan lepas dari meneguhkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah, (li i’lai kalimatillah).

“Sesuai dengan tema pelantikan ‘Gerakan Kolektif Membangun Kualitas, Loyalitas, dan Solidaritas’, IPNU dan IPPNU harus berjalan bersama, bersinergi membangun pelajar NU Batang yang berkualitas”, ungkapnya.

Salah satu tanggung jawab kita adalah menyebarkan pesan-pesan kebaikan apalagi di era pandemi seperti ini semua kegiatan dilakukan dari rumah dan menggunakan media sosial.

“Ini adalah kesempatan kita untuk dapat masuk, ikut serta mengawal pendidikan dan pembelajaran dengan gaya yang kreatif di media sosial”, imbuh lina.

Untuk merealisasikan hal tersebut, menurut Lina, teknologi dan media sosial adalah salah satu jalan perjuangan jihad menyampaikan pesan kebenaran. [Rep: Rahman Jaya/Ed;011]