Munir

0
427

Oleh: KH. Mustofa Bisri (2004)

Munir saja namamu
sederhana
namun mempunyai makna
menyinari

Dimasa kesederhanaan diabaikan
Kau membuktikan kekuatannya yang elegan
di masa para pengecut berlindung pada arogansi kekuasaan
kau tampul hampir sendirian melawan kelaliman

Bagaikan pahlawan dongeng yang menjelajah padang
mendaki gunung menuruni jurang
melawan para penjahat yang sewenang-wenang
dengan berani dan penuh kasih sayang
kau bela kaum yang lemah dan terbuang

Di tengah-tengah kemewahan yang pongah
kesederhanaanmu pun menjadi mewah
kemewahan yang dipamerkan
para pecundangpun menjadi menggelikan

Di tengah-tengah kekerdilan membungkus diri
dengan kekerasan dan rasa benci
kebesaranmu mengibarkan cinta kemanusiaan sejati

Di tengah-tengah kepengecutan yang kehilangan akal
keberanianmu pun menjadi anggun dan sakral

Tak ada yang dapat membendung dan menghentikanmu
kecuali Yang maha Kuasa, Tuhan dan sumber kekuatanmu
Bila iman adalah engkau, maka benarlah kata kiai
iman menjaga kemanusiaan dan nurani
tapi mengapa engkau dijemput terlalu pagi
mungkinkah pohon yang kau rawat selama ini akan bersemi?

(dibacakan saat 100 hari wafatnya Munir)