Ketua PCNU Banyumas: Berjihad Lewat Pertanian

0
379
Ketua PCNU Banyumas: Berjihad Lewat Pertanian
Foto : NU Online

Banyumas-nujateng.com, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyumas, Jawa Tengah Sabar Munanto memberikan kepercayaan sektor pertanian. NU yang mayoritas warganya dipedesaan butuh perhatian. Baginya petani penting untuk urusan suplai persediaan makanan .

“Bertani adalah berjihad,” tegasnya pada Rabu (16/9).  

Di internal NU, Lembaga Pengembangan Pertaian Nahdlatul Ulama (LPPNU) menjadi garda terdepan bidang pertanian. Pemilihan beruapa budi daya pertanian yang menekankan pada pemanfaatan sumberdaya lokal  yang hemat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. 

“Di Banyumas sumberdaya lokal dan ramah lingkungan berlimpah,” ungkapnya. 

Sabar, sapaan akrabnya, mengatakan profesi petani mengungkapkan, selain ramah lingkungan dan berlimpah, kebutuhan pupuk alami juga mudah didapat.

“Seperti menggunakan pestisida alami dan kotoran ternak untuk pupuk sehingga para petani tidak bergantung pada pestisida kimia yang harganya mahal dan cenderung merusak lingkungan,” ucapnya.   

Pengembangan petani dikalangan NU sudah ada sejak berdiri melalui nahdatu at-tujar.

“Ungkapan petani penolong negeri,” ungkapnya.

Tulisan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari berjudul Keoetamaan Bertjotjok Tanam dan Bertani (Andjoeran Memperbanyak Hasil Boemi dan Menjoeboerkan Tanah, Andjuran Mengoesahakan Tanah dan Menegakkan Ke’adilan) itu ditulis di media Soera Moeslimin Indonesia No. 2 Tahun ke-2, 19.

Organisasi seperti NU memberikan perhatian terhadap dunia pertanian. Salah satu landasannya, hasil bahtsul masail alim ulama NU tahun 1926-1945 . Pembahasan kala itu didominasi persoalan pertanian seperti soal tanah, tambak, petani dan sedekah bumi.


“Bahkan salah satu tujuan berdirinya NU sendiri adalah untuk melindungi kaum tani. Adalah muskil jika saat ini ada yang mengatakan NU tidak berpihak pada petani,” tuturnya.

Sitem Pupuk Alami
Ketua LPPNU Banyumas Sulkhan Chakim mengutarakan, kinerja siste pupuk untuk mengembalikan keragaman mikroorganisme tanah yang telah berkurang. Proses penggunaan bahan kimia dalam kurun waktu yang lama berpengaruh pada kesuburan tanah akan semakin meningkat tanpa bergantung pada pupuk kimia.

“Kita tidak hanya berorientasi pada hasil panen yang berlimpah, tetapi juga bagaimana menghasilkan panen yang baik tanpa harus merusak lingkungan,” katanya.

Peningkatan kapasitas petani di Banyumas telah dilaksanakan pelatihan kader penggerak berjumlah 30 orang di Joglo Qoryah Barokah Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas pekan lalu.

“Pada pelatihan tersebut peserta dilatih kiat sukses melakukan pertanian alami dan praktek pengembangannya. Sehari tidaklah cukup untuk belajar pertanian alami,” ujarnya.

Sulkhan menambahkan, dirinya membutuhkan proses dalam mengembangkan kaderisasi di LPPNU dan fokus peningkatan serta inovasi lintas sektor.

“Butuh waktu dan kesabaran yang panjang untuk mempelajarinya. Untuk itu LPPNU Banyumas sudah menyiapkan program berjenjang untuk fokus pada pengembangan pertanian alami. Tidak cuma itu, di sektor peternakan dan perikanan juga menjadi fokus garapan,” pungkasnya. [SRC: NU Online/Ed:011]