Gus Rozin : Laporkan Jika Ada Pungli Bantuan Operasional Pesantren

0
2955
Gus Rozin : Pesantren Harus Tolak Pungli BOP
kredit : NU Online

Jakarta, nujateng.com– Ketua Umum Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin untuk melaporkan oknum pungli bantuan operasional pesantren (BOP) dari pemerintah.

Informasi  yang beredar, pungutan kepada pesantren penerima BOP dengan besaran bervariasi dan mengatasnamakan berbagai pihak.

Gus Rozin mengajak pesantren untuk menolak BOP. Pasalnya, pengusul pesantren penerima BOP dengan tegas menyatakan tidak memungut dana dalam bentuk apapun

“Secara tegas, kami sampaikan bahwa RMI PBNU tidak pernah melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada pesantren penerima,” tegasnya melalui keterangan tertulis yang dilansir NU Online, Kamis (17/9).

RMI PBNU menegaskan kepada pesantren dan lembaga pendidikan yang mendapatkan BOP untuk mencairkan dana bantuan secara utuh dan segera merealisasikan program secara mandiri sesuai peruntukan sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis.

Bagi Gus Rozin, laporan pelaksaanan BOP juga segera dibuat setelah penggunaan anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.

 “BOP untuk pesantren merupakan sejarah baru kehadiran dan keberpihakan negara terhadap pesantren. Kesuksesan program ini perlu diawasi dan dikawal secara bersama-sama,” ajaknya.

Surat pemberitahuan dan imbauan agar pengasuh pesantren dan lembaga pendidikan yang menerima BOP menolak jika ada pungutan.

Surat RMI PBNU No: 865/A.I/PPRMI/SU/IX/2020 tertanggal 14 September 2020 ini sudah dikirimkan ke pesantren-pesantren yang ada dalam koordinasi RMI.

Dugaan penyimpangan pencairan BOP di masa pandemi Covid-19.  Inspektorat Jenderal Kemenag akan melakukan audit investigasi.

Tim Saber Pungli internal akan dilakukan audit secara terstruktur, terukur, komprehensif, dan berkesinambungan.

 “Informasi ini memang benar adanya, dan kami sedang melakukan audit investigasi khusus, terutama yang berkembang di Bekasi dan di daerah-daerah lain,” ujar Irjen Kemenag, Deni Suardini, beberapa waktu lalu. S

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendis Kemenag, Waryono A Ghafur, mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan jika terdapat oknum yang menyelewengkan dana tersebut. 

“Tidak ada potongan sepeser pun dalam pencairan dana tersebut. Dana bantuan itu disalurkan secara langsung (LS) ke rekening pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam penerima bantuan,”pungkasnya. [SRC: NU Online/Ed:011]