Fatayat NU Jateng Minta Puskesmas Lakukan Imunisasi MR ke Siswa

0
348

Semarang, nujateng.com – Pengurus Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama melalui Ketua organisasi, Tazkiyyatul Muthmainnah meminta Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) kepada para siswa dengan cara datang ke rumah-rumah.

Menurutnya, hal tersebut perlu dijalankan melihat situasi dimana banyak anak yang masih melakukan pembelajaran secara daring karena pandemi Covid-19.

“Berkaitan dengan rencana dari Dinas Kesehatan Kota Semarang yang akan melakukan tes imunisasi MR kepada siswa MI dan SD, saya meminta supaya kegiatan tersebut tidak diselenggarakan di Puskesmas, akan tetapi dilakukan di rumah-rumah siswa,” tuturnya pada Kamis, (10/9/2020) sebagaimana yang dimuat di NU Online.

Bagi anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah dari Dapil Kota Semarang tersebut, apabila siswa diperintahkan datang di Puskesmas itu akan mengkhawatirkan. Hal tersebut dikarenakan, yang datang di Puskesma mayoritas merupakan orang yang sedang sakit, bila di sekolah tempatnya relatif steril, namun belum dibukan untuk dilakukan Kegiatan Belajar Mengajar secara offline.

“Saya sendiri mendukung dilakukannya imunisasi MR kepada siswa ditingkatan MI dan SD. Akan tetapi tempatnya jangan di puskesmas. Meski tempatnya dipisah, jadwal kedatangan siswa diatur dan juga memakai protocol kesehatan, tetap saja beresiko,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Iin tersebut memberikan pernyataan demikian setelah menerima informasi dari pihak orang tua siswa yang anaknya menerima surat yang berisi jadwal imunisasi dari Puskesmas Tlogosari Wetan.

Iin menyampaikan, surat yang di dalamnya terdapat tanda tangan Kepala Puskesmas Tlogosari Wetan, Veronika Melita Kurniawati tersebut berisikan jawdal imunisasi MR kepada siswa SD dan MI se-Kecamatan Pedurungan.

“Yang harus terus diperhatikan adalah keselamatan dan Kesehatan dari para siswa. Kita semua memiliki kewajiban untuk melindungi para anak-anak dari resiko pemaparan Covid-19 dengan cara meminimalisir interaksi dengan banyak orang utamanya di fasilitas umum,” tutur.

Iin yang memiliki latar belakang Pendidikan sebagai Magister Kesehatan Masyarat tersebut mengimbau supaya petugas Puskesmaslah yang datang melayani para siswa di rumah masing-masing. [SRC: NU Online/Ed: 011]