Cara Menjawab Salam via Tulisan dalam Kitab Adzkar Nawawi

0
427
Cara Menjawab Salam via Tulisan dalam Kitab Adzkar Nawawi
Cara Menjawab Salam via Tulisan dalam Kitab Adzkar Nawawi

nujateng.com Islam adalah salah satu agama yang menebarkan semangat persaudaraan dan kedamaian. simbol kedamain dapat kita temukan ketika sesama muslim saling bertemu di jalan atau di sebuah acara, mereka akan saling melontarkan do’a “Assalamualaikum wr.wb” kalimat ini sudah familiar dikalangan muslim. Bahkan sebagian orang menganggapnya kalimat ini sebagai kata pembuka untuk menyapa saudaranya.  Artinya Islam secara tidak langsung mengajak sesama orang Islam harus selalu mendoakan dan hidup rukun.

Setelah berkembangnya zaman muncul beberapa ulama dan imam madzhab, mereka merangkum beberapa hadist dan penjelasan para sahabat Nabi Saw tentang kontekstualisasi kalimat salam. Akhirnya para ulama membuat hukum tentang mengucapkan salam dan menjawabnya.

Dalam beberapa literature kitab klasik kita kerap kali menemukan keterangan tentang hukum mengucapkan salam dan menjawabnya, dan uniknya bisa berbeda-beda. Misalnya madzhab yang masyhur diantara kita menyebutkan bahwa mengucapkan salam hukumnya sunnah dan menjawabnya adalah wajib.

Pasalnya Islam ingin mengajak kita untuk saling menghaigai sesama, ketika seoarang muslim mengucapkan salam kepada temanya itu artinya ia akan mendoakan baik, sehingga yang dido’akan dianjurkan membalasnya demi menghormati sesama. Para ulama sudah menyusun skema hukum untuk menjawab dan mengucapkan salam.

Problemnya adalah di zaman yang serba instan ini penggunaan media sosial sangatlah kencang. Ada beberapa aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi secara indifidu atau komunal. Sehingga terdapat kalimat salam yang disampaikan lewat pesan tertulis. Apakah sama hukum menjawab tulisan salam dengan mengucapkan salam secara langsung dengan ucapan.?

Imam An-Nawawi dalam kiatabnya Adzkar An-Nawawiyah halaman 221 menerangkan bahwa “ Ketika membaca pesan salam tertulis di media sosial hendaknya ia menjawab salamnya dengan lafadz (ucapan) bukan menjawabnya dengan tulisan lagi.

وهذا الرد واجب على الفور وكذا لو بلغه سلام فى ورقة من غائب وجب عليه ان يرد السلام باللفظ على الفور إذا قرأه اهـ

“Jawaban salam ini juga wajib secepatnya saat datang pada seseorang sebuah tulisan salam dari orang yang jauh, wajib baginya menjawab salam dengan lafadz secepatnya bila ia membacanya”. [ Al-adzkaar li annawaawy 221 ].

Namun keterangan lain menyebutkan “Ketika terdapat salam dalam pesan tertulis boleh menjawab dengan ucapan secara langsung juga boleh dengan tulisan lagi” [Rep: Abdullah Fais/Ed:011]