12 “Dawuh” KH. Maimoen Zubair

0
4259
12
kredit ilustrasi: nujateng.com

nujateng.com Meski KH. Maimoen Zubair telah tiada, namun ingatan terhadap “dawuh” beliau saat hidup patut direnungkan bersama. Yuk simak dawuh-dawuh beliau yang masih relevan hingga hari ini.

  1. “Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun,bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunahnya,bukan karena panjang sholat malamnya tetapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda”
  2. “Kita meskipun orang biasa bukan keturunan kiai,bukan keturunan ulama tidak bisa memiliki anak-anak yang sholeh jangan berkecil hati,berdoalah dan mendekatlah kepada para kiai,para ulama. Allah maha mendengar,dan akan mengabulkan doa hamba-hambanya,tentu dengan tetap ada usaha”
  3. “Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah,barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat”
  4. “Jangan mudah berburuk sangka, biar hatimu tidak gelap dan tidak sengsara”.
  5. “Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga”
  6. “Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan,terkadang hati diuji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menujuh surga”.
  7. Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga”.
  8. “Jangan mikir kelak akan jadi apa yang penting belajar saja yang giat”
  9. “Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia,barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia”
  10. “Lebih baik menjadi orang bener, meski tidak pinter sebab membuat orang jadi bener membutuhkan kejernihah hati dan keluasan cinta
  11. “Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anak mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu.yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu”
  12. “Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu”

Pertama kali diunggah di akun twitter LDNU berjudul “Dawuh Maha Guru KH. Maimoen Zubair”