PC Lesbumi NU Kabupaten Pekalongan Inisiasi Agrowisata Petik Labu Madu

0
542
PC Lesbumi NU Kabupaten Pekalongan Inisiasi Agrowisata Petik Labu Madu
Iklan

Pekalongan nujateng.com Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pekalongan menginisiasi agrowisata petik cucurbita moschata atau labu madu di Sinangohpredeng, Kabupaten Pekalongan.

Menurut Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Pekalongan, Eko Ahmadi mejelaskan, beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan masih banyak lahan perkebunan dan pertanian belum tergarap secara maksimal. Dirinya dan lembaga untuk merespon hal tersebut mencoba mengembangkan agrowisata petik buah labu madu.

“Agrowisata petik labu madu ini dapat ditiru di beberapa wilayah Kabupaten Pekalongan,” tuturnya (18/8/2020).

Dirinya menambahkan, dalam hal ini Lesbumi hanya menjadi inisiator saja. Supaya petani bisa mengelola dan memanfaatkan lahan yang ada sehingga dapat bernilai ekonomis.

“Kami mengerjakan ini sebagai upaya memotivasi Nahdliyyin khususnya untuk dapat bertanam buah-buahan di musim kemarau seperti yang terjadi sekarang. Pada kondisi seperti sekarang, labu madu pas sekali untuk ditanam di daerah seperti Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Merunut keterangan Eko, buah yang biasa disebut dengan butternut squash atau pumpkins butternut ini memiliki bentuk layaknya kacang tanah dengan ukuran yang lebih besar.

“Buah ini mempunyau rasa manis dengan tekstur lembut yang mengandung serat tinggi, antioksidan, betacaroten, vitamin A, dan vitamin B kompleks. Dan buat labu madu ini dipercaya sangat baik untuk makanan pendamping air susu ibu (ASI) untuk bayi,” papar pria yang akrab dipanggil dengan Gus Eko tersebut.

Eko menuturkan, tingkat kemanisan buah akan semakin tinggi pasca buah disimpan dalam kurun waktu minimal dua bulan dengan daya simpan dapat mencapai eman bulan.

Mengutip pemaparan Wakil Ketua PC Lesbumi Kabupaten Pekalongan, Suryono, rencana pengembangan agrowisata petik buah labu madu sangat mungkiin dilakukan. Pasalnya, 60 persen wilayah di Kabupaten Pekalongan adalah lahan pertanian.

“Di samping itu, lahan yang ditanami dengan labu madu kebetulan dekat dengan bagian hulu Kaliwedus yang bisa saja dijadikan wisata air. Prasarana seperti jalan sudah sangat mendukung. Sehingga untuk menuju kebunkami sangat mudah ditambah lagi parkirnya juga luas,” ungkapnya.

Walau demikian, dirinya belum menyiapkan harga paket agrowisata petik buah labu madu. PC Lesbumi NU hingga saat ini baru sebatas membangkitkan semangat dan minat dari para pemuda desa untuk bertani dan berkebun.

“Panen labu madu dapat dijual di pasaran dengan harga dua puluh ribu rupiah perkilogramnya. Walaupun, di toko-toko modern seperti di Jakarta bisa mencapai lima puluh ribu hingga tujuh puluh ribu rupiah perkilogramnya,” tutupnya. [SRC: NU Online/Ed: 011]