Muhammad Asad Shahab: Kemerdekaan dan Proklamasi Berbahasa Arab

0
339
Muhammad Asad Shahab: Kemerdekaan dan Proklamasi Berbahasa Arab
kredit foto : alif.id

Muhammad Asad Shahab (1910-2021). Namanya tidak terlalu terkenal dan sangat asing dikalangan orang Indonesia sendiri. Peran dan perjuanganya belum terlalu banyak diperbincangkan sebagai pelopor dibalik kemerdekaan Indonesia. Padahal ditangan Asad, bahasa arab menjadi bahasa pergerakan dan perjuangan untuk menegaskan kebangsaan Indonesia di Timur Tengah.

Berkat kemahiranya dalam mengolah bahasa Arab, ia berhasil menulis beberaa naskah yang dimuat dalam surat kabar Timur Tengah. Sehingga mampu menghadirkan Indonesia sebagai bangsa yang berani dan berhasil untuk mewujudkan kemerdekaan. Sebelumnya ia pernah dikirim ayahnya ke Pekalongan untuk menimba ilmu kepada Sayyid Muhammad Hasyim. Seorang ulama dan sastrawan yang pertama kali mendirikan surat kabar berbahsa Arab-Melayu. Dari beliaulah Asad memulai karirnya untuk menekuni duni jurnalistik dan sastra Arab.

Sembilan belas hari selepas proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tepatnya tanggal 2 September 1945. Asad bersama rekan-rekan wartawan lainya mendirikan kantor berita berbahasa Arab. Asad menjadikan bahasa Arab tidak hanya sebagai diplomasi pers dalam perjuangan dekolonisasi, namun ia juga menggunakan untuk mengenalkan Indonesia sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang dan diketahui oleh masyarakat internasional. Terutama masyarakat yang berada di jazirah Arab sepertiSyuriah,Mesir,Lebanon,Yaman,Arab,Saudi.

Ide dalam mendirikan kantor berita berbahasa Arab tersebut berangkat dari maklumat yang disampaikan Presiden Sukarno untuk menjalin hubungan internasional semaksimal mungkin guna menjalin semangat dan dukungan masyarakat dunia.

Beberapa naskah tulisanya kemudian dibukukan menjadi sebuah buku yang menjadi rujukan sejarah Indonesia di Timur Tengah. Diantaranya Shafahat min Tarikh Indunisia (Lembar-Lembar Sejarah Indonesia) penguasaan bahasa Arab dan kemahiran jurnalistik ia berhasil memikat para pembaca di Timur Tengah untuk terus mengikuti kabar terbarunya.

Dalam buku tersebut juga terdapat naskah proklamasi versi bahasa Arab yang di tandatangani Soekarno dan Moh.Hatta. Lima negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia yaitu Mesir, Suriah, Libanon, Yaman, dan Arab Saudi tidak terlepas dari jerih payah tangan dan pikiran Muhammad Asad Shahab.

وثيقة اعلان الاستقلال نحن الشعب الاندونيسي نعلن بهذا استقلال إندونيسيا سيتم تنفيذ الامور المتعلقة بتحويل السيادة وغيرها بحكمة وفي اسرع وقت باسم الشعب الاندونيسي

توقيع سوكرنو و محمد حتي

“Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”

                                                       Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun 05

                                                                  Atas nama bangsa Indonesia.

                                                                              Soekarno/Hatta.

Asad dalam bab proklamsi ini menjelaskan tentang detik-detik Sukarno mendeklarasikan kemerdekan Indonesia. Sedikit saya kutip, bahwa Jepang setelah menduduki Indonesia sejak awal perang dunia dua dan mengakhirinya pada tanggal 14 Agustus 1945. Kemudian tanggal 15 para pimpinan Indonesia berkumpul dan berdiskusi di Jakara, namun dalam musyawarah ini sama sekali tidak menghasilkan titik temu, sehingga forum ini terbelah menjadi dua. Pertama mendesak Sukarno untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan sekarang juga. Kedua meminta menunggu sampai jelas bahwa perang sudah selesai.

وكانت اليابان احتلت اندونيسيا في بداية الحرب العالمية الثانية قد استسلمت الخلفاء في يوم ١٤ اغسطس ١٩٤٥.وفي يوم ١٥ اغسطس اجتمع اهل الحل والعقد من زعماء اندونيسيا في جاكرتا وتباحثوا في الموضع. وجري نقاش حاد عجز المجتمعون خلاله عن الوصول الي اتفاق وانقسموا الي الفرقين، فريق يدعو الي اعلان الاستقلال حالا، وفريق يدعو الي التريث وانتظار ما ينجلي عنه الموقف الحاضر بعد انتهاء الحرب.

Naskah ini disebarluaskan setelah perjuanganya mendirikan kantor berita berbahasa Arab berhasil, kemudian ia langsung mengabarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia keseluruh negeri di Timur Tengah. Pemberitaan yang mudah dimengerti dan berkesinambungan ternyata memudahkan masyarakat Arab untuk terus mengikuti perkembangan perjuangan Indonesia dalam mengawal kemerdekaannya. [Red: Abdullah/Ed;011)