Tradisi Minta Do’a Pada Orang Baru Datang Haji

0
357
Tradisi Minta Do’a Pada Orang Baru Datang Haji
Kredit foto: SINDO/KADRI BOY TARIGAN

nujateng.com Dzulhijjah adalah bulan yang dikenal dengan “bulan haji” karena dibulan ini ibadah haji disyariatkan. Haji merupakan ibadah yang wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat wajib haji. Kewajiban ini berdasarkan firman Allah swt :

  ولِلهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ  

“Dan bagi Allah swt wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah” (QS.Al-Imran 98)

Biasanya jamaah haji asal Indonesia sudah mulai berangkat ke baitullah, tetapi ditahun ini pemerintah menunda pemberangkatanya karena masih dalam situasi pandemik.

Berbicara mengenai jamaah haji, ada tradisi yang tidak bisa di-skip yaitu aneka acara mengantar pemberangkatan dan menyambut kedatangan haji. Nah dalam tradisi menyambut kedatangan biasanya keluarga dari jamaah haji mengadakan do’a bersama dan mengadakan tasyakuran haji. Dalam acara tersebut para tamu juga meminta do’a kepada jamaah haji dengan harapan memperoleh berkah.

Tradisi dan budaya ini sudah mendarah daging dibelahan masyarakat Indonesia, dan tentunya memiliki landasan dalil yang jelas sesuai syari’at Rasulallah. Imam Bukhori menjelaskan dalam kitabnya Shohih Bukhori juz 6 bahwa para sahabat menyambut kedatangan Rasulallah saw sepulang dari pemberangkatan haji.

Dalam kitab Hasiyah Al-Bujairomi ala Al-Khotib, juz 7 halaman 70 Imam Sulaiman Al-Bujairomi menjelaskan:

Orang yang berhaji disunnahkan untuk mendoakan terhadap orang lain dengan maghfiroh (memintakan ampunan), sekalipun ia tidak diminta untuk mendoakanya. Begitu pula bagi orang lainnya juga disunnahkan meminta doa dari orang yang berhaji, pengarang menyebtkan kesunahan meminta do’a kepada orang yang haji itu sampai jangka waktu empat puluh hari dari kedatangannya”.

            Oleh karena itu tidak ada salahnya meminta do’a orang yang baru pulang berhaji karena tradisi ini sesuai dengan ajaran syari’at dan baik untuk terus diamalkan. Sementara, menyediakan hidangan dan jamuan juga disunnahkan karena bertujuan menghormati tamu.

Rujukan

M Syakur, Majmu’ Kabiir 2012 Probolinggo, Pustaka azm. Juz 1

Imam Sulaiman Al-Bujairomi, Hasiyah Al-Bujairomi ala Al-Khotib, Beirut, Daar fikr ,juz 7