Puasa Tarwiyah, Berikut Dalil dan Niatnya

0
359
Puasa Tarwiyah, Berikut Dalil dan Niatnya
kredit ilustrasi : genpi.co

nujateng.com Pada bulan dzulhijjah tepatnya ditanggal delapan kita sebagai umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah. Pada hari itu orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah haji berangkat menuju Mina dan menginap disitu. Puasa Tarwiyah merupakan amaliah yang sifatnya tahunan karena dilaksanakan cuma setahun sekali.

Dalam sebuah keterangan, dinamakan hari Tarwiyah karena karena jamaah haji pada masa lalu, meminum air ketika mabit di Mina untuk mempersiapkan diri mereka menaiki Jabal Arafah, karena pada masa itu, sedikit sekali persediaan air, dan sulit menemukan sumber air. Maka, jamaah haji menyegarkan diri (irtiwa’), dan meminum air untuk kebutuhan dan bekal mereka menuju Arafah.

Ada juga yang berpendapat, disebut dengan tarwiyah karena Nabi Ibrahim AS bermimpi pada malam tanggal delapan seperti ada yang membisiki untuk menyembelih anaknya, ketika ia terbangun kemudian merenung dan memikirkanya antara mimpi dari Allah saw atau dari Setan maka dari renungan ini disebut Tarwiyah.

Kesunnahan dan keutamaan puasa Tarwiyah didasari dengan hadist riwayat Abu Syekh Al-Isfahani dan Ibnu Najar.

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Artinya: Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun, puasa hari Arafat dapat menghapus dosa dua tahun.

Namun sebagian ahli hadist mempermasalahkan riwayat hadisnya karena memuat perawi yang bermasalah, akhirnya tidak dapat dijadikan sandaran yang kuat, tetapi baik untuk dilakukan. Syekh Nawawi Al-Bantani menerangkan dalam kitabnya Nihayatuz zain berikut:

والثامن صوم الثمانية أيام قبل يوم عرفة سواء في ذلك الحاج وغيره 

Artinya, “(Kedelapan) puasa delapan hari sebelum hari Arafah (dianjurkan) bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Adapun Orang yang ingin berpuasa sunnah Tarwiyah (puasa sunnah pada 8 Dzulhijjah) dianjurkan untuk melafalkan niat pada malam hari. Sebelum Subuh, mereka dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Tarwiyah berikut ini. sedangkan bagi orang yang lupa melafalkan diwaktu malam, diperbolehkan melafalkanya di siang hari sebelum bergesernya matahari.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya : “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah swt”