Membangun Jembatan Positif Ukhuwah Kebangsaan Lewat Medsos

0
384
Membangun Jembatan Positif Ukhuwah Kebangsaan Lewat Medsos
kredit foto : ltnujabar.com

Oleh: Suwanto (Pengurus Takmir Masjid Kagungan Dalem Lempuyangan)

nujateng.com Media sosial (medsos) dewasa ini telah menjelma menjadi kekuatan luar biasa dalam hubungan antar sesama manusia di era siber informasi. Berbeda dengan media konvensional ataupun tercetak, medsos mempunyai potensi jauh lebih cepat dalam pembuatan dan persebaran informasinya. Bahkan hanya dalam hitungan detik saja, informasi di media sosial mampu menjalar dengan begitu cepat. 

Apalagi, di masa pandemi yang belum juga kunjung mereda, yang mana berimbas pada transformasi komunikasi ke media daring demikian masif. Hadirnya media sosial ini tentu membuat adanya pergeseran yang sangat signifikan mengenai kontak manusia yang satu dengan lain. Kita tak perlu kontak langsung untuk sekadar bercakap-cakap. Apalagi, di masa pandemi ini kita dianjurkan untuk jaga jarak, tentu semakin menjadikan medsos sebagai perangkat utama dalam berkomunikasi.

Bahkan, kini telah hadir fitur panggilan video di hampir semua jenis medsos. Pendek kata, media sosial mampu menembus sekat-sekat batas geografis. Tak hanya menghubungan manusia antar lokasi dekat saja. Antar desa, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, bahkan antar negara di berbagai belahan dunia asal ada jaringan signal dan akses internet yang memadai.

Dengan keunggulan yang demikian, tentunya media sosial dapat berperan dalam penguatan persaudaraan (ukhuwah) kebangsaan di masa-masa pandemi ini. Namun meskipun begitu, ibarat dua sisi mata uang koin logam, media sosial juga bisa berpotensi sebaliknya, menjadi perusak tatanan ukhuwah kebangsaan. Tumpah ruahnya informasi yang tak terkendali, bisa jadi membuat kita terprovokasi. Belum lagi, hasutan, fitnah, adu domba, dan ujaran kebencian lain akan sangat berbahaya bagi bangunan ukhuwah kebangsaan di ruang virtual. Bahkan, konten-konten medsos seperti ini mampu membuat yang dulunya kawan menjadi lawan.

Oleh karenanya, sebagai generasi digital natives, sudah saatnya menjadikan medsos sebagai sarana menjalin ukhuwah kebangsaan di tengah kepungan wabah, bukan malah merusaknya. Caranya ialah dengan menggunakan media sosial secara bijak. Konten media sosial berkaitan dengan ujaran kebencian, provokasi, dan adu domba harus kita hindari. Kita harus bisa memilah serta memilih informasi yang baik. Melaporkan jika mendapatkan informasi melalui media sosial yang meresahkan.

Lebih lanjut, media sosial sebagai corong publik harus bisa hadir sebagai mitra di dalam pengembangan dan pelestarian ukhuwah kebangsaan. Jurgen Habermas dalam Stucturwandel der Offentlichkeit mengungkapkan bahwa ruang publik bisa menjembatani antara negara dengan masyarakat sipil. Seiring dengan berjalannya waktu, medsos yang merupakan ruang publik paling populer perlu adanya kontrol dan pengawasan, supaya konten informasi yang ada tetap sehat.

Oleh karena itu, medsos harus bersimbiosis mutualisme dengan pemerintah serta segenap rakyat Indonesia. Hal ini bertujuan agar iklim ukhuwah kebangsaan terjalin dan terjaga. Medsos harus bisa hadir sebagai jembatan positif untuk ukhuwah kebangsaan. Konten-konten yang ada pun harus steril dengan virus-virus penebar kebencian dan perusak ukhuwah kebangsaan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa medsos dapat berfungsi sebagai penguat persaudaraan mana kala masyarakatnya bijak menggunakannya. Hal ini dapat diupayakan melalui pendidikan literasi medsos. Di dalam keluarga orang tua harus bisa menjadi kontrol bagi anak-anaknya dalam penggunaan medsos. Apalagi, di masa pandemi ini dimana intensitas dirumah jauh lebih intens, orang tua memiliki peranan vital dalam mendukung pendidikan literasi medsos. 

Masyarakat internet (netizen) juga harus bisa menjadi kontrol dan filter informasi yang beredar di kanal-kanal digital ataupun media sosial. Bila ada situs atau oknum yang menebar informasi berbahaya di medsos, harus segera dilaporkan. Dengan adannya simbiosis mutualisme antara medsos dengan pemerintah serta masyarakat, harapannya ukhuwah kebangsaan akan tetap erat terjalin. (Ed: 011)