Tradisi Menjenguk Orang Sakit Pada Masa Rasulullah

0
853

Oleh : Shofiyul Burhan (Founder TLC)

nujateng.com Tradisi menjenguk orang sakit sebetulnya sudah cukup lama, semenjak penulis masih kecil kebetulan juga pernah opname di salah satu RS Tuban. Kala itu tetangga sekitar rumah juga banyak yang menjenguk dengan membawa buah, roti dan air mineral.

Kapan tradisi ini di mulai, yang jelas sebelum orang tua saya lahir, tradisi ini sudah mengakar, dan menjadi ciri khas orang Jawa yang mempunyai sifat keprihatinan, tolong menolong, dan nguwongne wong (memanusiakan manusia).

Bisa jadi tradisi menjenguk orang sakit adalah warisan leluhur Jawa, yaitu para walisongo yang menyebarkan islam tanah Jawa dengan sikap yang lembut, perhatian, dan gemati dengan masyarakat pribumi.

Jika menjenguk orang sakit adalah bagian dari cara dakwah walisongo mensyiarkan Islam dengan mengenalkan agama yang ramah lingkungan, bukan agama yang disebarkan lewat hunusan pedang, yang mengakibatkan agama kehilangan ruhnya.

Pernah dalam satu riwayat dijelaskan dalam Kitab Fathul bari pada bab “Iyadatul Marid” bahwa tradisi menjenguk orang sakit biasa dilakukan oleh Nabi Mahammad SAW. Beliau memberikan tata cara atau akhlak menjenguk orang sakit, termasuk mendoakan, menasehati dan memberi hadiah yang disukai oleh orang yang sakit.

Dalam riwayat hadits disebutkan Nabi juga pernah menjenguk pembantunya yaitu pemuda yahudi(non muslim) yang menderita sakit, dari sebab akhlak tersebut, pemuda itu hatinya terketuk untuk masuk Islam.

Ada satu riwayat hadits yang sangat menarik menurut saya, yaitu cerita orang Quraisy yang menyewa orang yahudi untuk meludahi Nabi Muhammad SAW di lorong perjalanan menuju kakbah. Kebetulan pas Nabi Muhammad SAW melewati lorong tersebut.

Ia diludahi oleh orang Yahudi yang disewa kaum Quraisy. Lalu apakah Nabi Muhammad merasa hina dan membalas dendam atas perbuatan Yahudi tadi ? Ternyata jawabanya tidak, beliau mempunyai samudra akhlak yang begitu besar.

Pada suatu ketika orang Yahudi yang telah meludahi Nabi Muhammad tidak ada dilorong. Nabi merasa janggal, beliau bertanya ke orang-orang yang ada disekitar tentang keadaan yahudi tersebut.

Setelah mendapatkan informasi kalau orang yahudi yang telah meludahinya terserang penyakit, maka beliau bergegas membawa hadiah dan menjenguknya.

Disaat kaum Quraish yang menyewanya tidak memperhatikan orang Yahudi tersebut. Nabi datang dengan segudang pintu maaf yang terbuka luas. Orang yahudi merasa haru atas kedatangan Nabi, bahkan sebelumnya Ia merasa kalau dirinya pernah berbuat dzalim kepada beliau, ia pernah meludahinya.

Sebab kejadian itu, orang yahudi tersebut mengetahui kebenaran ajaran Muhammad, dan terbukalah pintu hidayah baginya, dan mengikrarkan dua kalimah syahadat sebagai syarat menjadi umat Muhammad.

Memang betul sekali, menjenguk orang sakit menurut saya bisa meluluhkan hati, dan mendamaikan hati. Bisa anda bayangkan disaat ada dua orang yang lagi bertikai, dan diantara salah satunya terkena sakit.

Kemudian salah satunya lagi menjenguk dengan membawa sejuta pintu maaf plus membawa bingkisan hadiah, niscaya wajah pendendam, pemarah, pendengki, sudah tidak nampak lagi. Yang ada adalah wajah yang penuh kedamaian, dan keramahan.

Sangat cocok sekali menjenguk orang sakit/niliki wong loro menjadi bagian dari kita merawat ukhuwah basyariah, menjalin persaudaraan sesama manusia, sebagaimana yang telah di ajarkan Nabi Muhammad SAW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.